Poltek Nuklir Punya Reaktor Riset, BRIN: Yogyakarta Tempat Memperkuat Kompetensi

by -13 Views
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Keberadaan fasilitas reaktor riset dan ekosistem pendidikan nuklir di Yogyakarta membuat daerah ini memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi ketenaganukliran. Namun, kondisi tersebut belum berarti Yogyakarta akan menjadi lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Arif Satria menegaskan pemerintah hingga kini belum menentukan lokasi pembangunan PLTN. Menurutnya, pengembangan pembangkit nuklir masih menjadi bagian dari agenda jangka panjang pemerintah.

banner 336x280

“Pengembangan nuklir saya kira kita belum memutuskan tempatnya di mana, untuk PLTN belum diputuskan tempatnya di mana,” kata Arif seusai memberikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Terapan ke-5 Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Tahun 2026 di Yogyakarta, Rabu (9/9/2026).

Meskipun lokasi belum ditentukan, pemerintah mulai meningkatkan perhatian terhadap pengembangan teknologi nuklir. BRIN bahkan menyiapkan porsi anggaran yang lebih besar pada 2027 untuk riset dan pembangunan infrastruktur ketenaganukliran.

Arif mengatakan, pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk sektor energi, tetapi juga kesehatan dan pangan. Tiga sektor itu dinilai memiliki potensi besar dalam pemanfaatan teknologi nuklir.

“Tiga bidang inilah yang akan kita anggarkan, dan justru dengan ketiga bidang ini, maka anggaran riset di bidang ketenaganukliran memang akan kita tingkatkan,” ungkapnya.

Menurut Arif, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu bagian yang akan diperkuat. Pemerintah berharap tahapan awal penguatan infrastruktur dapat dilakukan pada 2027 sehingga pemanfaatan teknologi nuklir di berbagai bidang semakin berkembang.

Arif menyebut, keberadaan Poltek Nuklir di  Yogyakarta menjadi salah satu modal penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya dibutuhkan dalam pengembangan teknologi tersebut. Selain menjadi pusat pendidikan, Yogyakarta juga memiliki fasilitas reaktor riset.

“Ada satu hal yang jauh lebih penting daripada teknologi itu sendiri yaitu manusia yang menguasainya,” ujarnya.

“Di Jogja kan adanya laboratorium reaktor. Jogja adalah tempat belajar untuk bisa memperkuat kompetensi kita dalam bidang riset ketenaganukliran,” kata Arif.

Namun, persoalan pengembangan nuklir tidak hanya berkaitan dengan kesiapan teknologi dan tenaga ahli. Penerimaan masyarakat juga menjadi tantangan yang perlu diperhatikan sebelum teknologi nuklir dikembangkan lebih luas, terutama untuk sektor energi.

Arif menilai, edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam agenda pengembangan nuklir. Pemahaman publik mengenai manfaat sekaligus cara kerja teknologi nuklir perlu diperkuat agar nuklir tidak selalu dipandang sebagai sesuatu yang asing atau menakutkan.

“Yang paling penting bagi kita sekarang adalah bagaimana mengedukasi masyarakat tentang nuklir ini,” katanya.

Upaya mengenalkan teknologi nuklir kepada masyarakat juga dilakukan Poltek Nuklir melalui proyek mahasiswa. Salah satunya berupa prototipe alat peraga PLTN yang kini berada di area selasar kampus.

Plt Direktur Poltek Nuklir Dr Zainal Arief menjelaskan, prototipe tersebut nantinya akan dihibahkan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta untuk ditempatkan di Taman Pintar. Alat tersebut diharapkan menjadi media pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami cara kerja PLTN.

“Prototipe saat ini dapat disaksikan di area selasar, rencananya akan kita hibahkan kepada Pemprov gitu ya di Taman Pintar karena untuk mengedukasi masyarakat bagaimana PLTN itu bisa bekerja,” ujar Zainal.

Zainal menjelaskan, pembuatan prototipe tersebut merupakan bagian dari penerapan metode transformative learning di Poltek Nuklir. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga diarahkan mengerjakan proyek secara berkelompok untuk menemukan solusi atas persoalan nyata.

“Termasuk juga kita melakukan apa transformatif learning begitu ya, proses mentransformasi pembelajaran yang ini kita masukkan di dalam kurikulum. Salah satunya adalah dengan memberikan special project yang ini mereka harus bekerja kelompok, bisa bekerja sama, berkomunikasi terus kemudian bisa melihat problem apa yang ini perlu dicari solusinya begitu,” ucapnya.

Dari sisi kurikulum, Poltek Nuklir juga melakukan penyesuaian kompetensi untuk mengikuti kebutuhan perkembangan teknologi nuklir. Enam peminatan disiapkan, yakni energi, industri untuk analisis dan radiasi, kesehatan melalui instrumentasi medik nuklir, teknologi akselerator, produksi radioisotop dan radiofarmaka, serta proses bahan bakar nuklir.

“Artinya di tiga program studi kami itu sudah ada peminatan terkait dengan kebutuhan nuklir ke depan yang pertama terkait dengan energi. Kemudian yang kedua adalah terkait dengan industri untuk analisis dan radiasi. Terus kemudian yang ketiga ini di bidang kesehatan yaitu instrumentasi medik nuklir. Kemudian yang keempat itu terkait dengan akselerator,” kata Zainal.

Dia melanjutkan, dua bidang lainnya adalah produksi radioisotop dan radiofarmaka serta proses bahan bakar nuklir. Kompetensi tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan pemanfaatan teknologi nuklir, baik di bidang energi, kesehatan maupun industri.

Lebih lanjut, Zainal menyampaikan, pada 2026 ini, Poltek Nuklir meluluskan 104 Sarjana Terapan dari tiga program studi, yakni Teknokimia Nuklir, Elektronika Instrumentasi, dan Elektro Mekanika. Sebanyak 78 lulusan di antaranya meraih predikat cum laude.

Seluruh wisudawan telah dibekali sertifikasi kompetensi industri yang spesifik. Selain itu, 100 persen lulusan telah menyelesaikan praktik kerja di berbagai industri strategis dan pusat riset. Bekal tersebut diharapkan dapat membuat lulusan lebih siap menghadapi kebutuhan industri sekaligus mendukung agenda pengembangan teknologi nuklir nasional.

“Selain mencetak SDM unggul, mahasiswa juga diharapkan menjadi SDM yang adaptif dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan, baik di dunia kerja maupun di kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.