jogjakini.com

banner 468x60

Yogyakarta, CNN Indonesia — Belasan orang berdiri sabar di bawah rindangnya pohon yang meredam sengatan matahari siang, Jumat (31/7). Dari anak muda hingga lanjut usia (lansia), mereka menanti suara gemericik dari sumber mata air alami ‘Sendang Wonosari’ di Dusun Kalidadap I, Selopamioro, Imogiri, Bantul. Di tempat itulah, hari mereka nyaris selalu dimulai dan diakhiri.Sembari mengobrol santai, sesekali tangan mereka mengurai selang-selang yang menjulur dari bibir sumber mata air. Tak ada yang tergesa. Para warga Kalidadap I dan II ini lantas mengambil selang masing-masing, bersiap mengalirkan air menuju rumah yang tersebar di lereng-lereng perbukitan kapur.Air itu mengalir tanpa bantuan mesin ataupun pompa. Warga cukup menyedot ujung selang menggunakan mulut hingga air terdorong masuk ke dalam pipa plastik tersebut. Setelah itu, gaya gravitasi mengambil alih pekerjaan. Perbedaan ketinggian antara sumber mata air dan rumah-rumah warga membuat air terus mengalir ke bawah, melewati selang yang panjangnya bisa mencapai ratusan meter.

No More Posts Available.

No more pages to load.