Seratus Lebih Kuda Berlaga di IHR Piala Paku Alam 2026, Naga Sembilan Juarai Kelas Bergengsi

by -2 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL — Sebanyak 155 ekor kuda dari 10 provinsi berlaga dalam ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Paku Alam 2026 yang diselenggarakan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Ahad (14/6/2026). Dari total 18 race yang dipertandingkan, kuda Naga Sembilan tampil sebagai juara pada kelas paling bergengsi, yakni Terbuka Handicap 2.000 meter yang memperebutkan Piala Paku Alam.

banner 336x280

Race ke-XVII yang menjadi puncak kompetisi menyajikan persaingan sengit antar-kuda terbaik nasional. Pada awal lomba, Duke BB sempat memimpin balapan di tikungan pertama, diikuti Naga Sembilan dan Triple SS. Posisi terdepan kemudian diambil alih Triple SS, namun terus mendapat tekanan dari Naga Sembilan.

Memasuki putaran penentuan, duel ketat terjadi antara Triple SS dan Naga Sembilan. Di bawah kendali joki Ahmad Saifuddin, Naga Sembilan akhirnya mampu menyalip rivalnya dan melintasi garis finis di posisi pertama untuk merebut trofi bergengsi tersebut.

Chief Executive Officer Sarga.co, Nugdha Achadie, mengatakan Piala Paku Alam menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga berkuda nasional sekaligus menghidupkan kembali tradisi pacuan kuda di Indonesia.

“Tujuan kami adalah membangkitkan kembali tradisi dan semangat olahraga pacuan kuda di Indonesia, bukan hanya untuk melestarikan, tetapi juga mengembangkan potensinya menjadi bagian dari kebanggaan nasional,” katanya.

Adapun ajang IHR Piala Paku Alam 2026 merupakan salah satu seri paling prestisius dalam kalender pacuan kuda nasional. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 600 juta dengan peserta berasal dari Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.

Menurut Nugdha, IHR tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga pengalaman hiburan yang memadukan pertandingan, budaya, dan atraksi modern. Penyelenggaraan kali ini merupakan seri keempat IHR sepanjang 2026. Untuk pertama kalinya pula IHR berkolaborasi dengan Kadipaten Pakualaman dalam penyelenggaraan Piala Paku Alam.

“Kami ingin menjadikan Piala Paku Alam sebagai pengalaman menonton olahraga yang dapat dinikmati semua kalangan, tidak hanya bagi insan pacuan kuda tetapi juga masyarakat luas yang ingin merasakan atmosfer kompetisi sekaligus kebanggaan budaya Indonesia,” katanya.

“Kami akan menyelenggarakan total delapan kali kejuaraan bekerja sama dengan Pordasi, Paku Alam Cup ini yang keempat,” ujarnya menambahkan.

Ketua Komisi Pacu Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), Muchammad Munawir, mengatakan sejumlah kelas dalam kompetisi kini menggunakan sistem handicap agar persaingan berlangsung lebih kompetitif.

“Tujuannya agar tidak ada satu kuda yang terlalu dominan. Dengan begitu peluang kemenangan bisa lebih merata dan balapan menjadi lebih seru,” kata Munawir.

Selain kelas nasional, panitia juga menghadirkan kelas khusus lokal DIY yang hanya diikuti kuda milik warga DIY. Menurut Munawir, kelas tersebut merupakan usulan dari Kadipaten Pakualaman untuk membangkitkan kembali minat masyarakat Yogyakarta terhadap olahraga pacuan kuda.

Ia menyebut terdapat lima kuda yang tampil pada kelas lokal DIY, yakni Berkah Sari, Tarzan, Masih Rindu 99, Belova, dan Putra Audy.

“Adanya kelas lokal ini agar ekosistem pacuan kuda di Yogyakarta kembali antusias,” ucapnya.

“Pemilik kuda dari DIY, jadinya betul-betul lokal DIY,” tegasnya.

Perwakilan Puro Pakualaman, Nyi Mas Lurah Adyaksa Putri, Arma Santiningrum mengatakan tradisi berkuda telah menjadi bagian dari sejarah Kadipaten Pakualaman sejak lama dan terus dijaga hingga saat ini.

“Pakualaman juga mengadakan kompetisi pacuan kuda modern sejak 2013, namun sempat terhenti akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Menurut dia, kolaborasi dengan Sarga.co dan Pordasi menghadirkan konsep yang lebih modern sehingga mampu mendekatkan olahraga berkuda kepada generasi muda. Apalagi penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Carnival Race yang menghadirkan berbagai aktivitas hiburan bagi keluarga.

“Kami menyambut baik, terima kasih karena Pakualaman dipilih untuk berkolaborasi. Kami melihat pendekatan yang dilakukan Indonesia Horse Racing mampu mendekatkan olahraga ini kepada generasi muda,” ujarnya.

Selain parade karnaval, panitia menghadirkan playground, pembagian gratis popcorn dan cotton candy, face painting, lomba mewarnai, hingga Indonesia Cosrace yang mempertemukan para cosplayer dalam perlombaan lari. Kemeriahan acara juga dilengkapi penampilan penyanyi dangdut Inul Daratista serta kompetisi karaoke yang memberikan kesempatan bagi pemenangnya untuk bernyanyi bersama di atas panggung.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.