
Tiga penumpang meninggal akibat hantavirus dalam kapal MV Hondius, yang tengah berlayar dari Ushuaia, Argentina selatan, menuju Cape Verde di lepas pantai Afrika Barat.
REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan kasus suspek hantavirus pada seorang warga setempat telah dinyatakan negatif berdasarkan hasil laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Pada tahun 2026 ini memang ada suspek hantavirus, tetapi hasilnya sudah keluar dua hari lalu dan hasilnya negatif,” kata Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih saat dikonfirmasi pada Ahad (10/5/2026).
Menurut dia, salah satu warga Kulon Progo, yang sebelumnya diduga terkena penyakit hantavirus, telah menjalani pemeriksaan laboratorium Kemenkes dan diklarifikasi oleh Dinkes Kabupaten Kulon Progo dan Dinkes Provinsi DIY.
“Iya, (hasilnya) negatif. Ini informasi dari Kemenkes, Dinas Kesehatan DIY sudah klarifikasi ke pusat. Jadi di Kulon Progo tidak ada kasus di manusia yang positif hantavirus,” kata Susilaningsih.
Meskipun hasilnya negatif, masyarakat di Kabupaten Kulon Progo tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko penularan penyakit zoonosis tersebut, terutama terhadap tikus yang menjadi perantara penularan hantavirus.
“Ya, karena memang sebagai perantara virus itu hewan pengerat, seperti tikus. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.
sumber : ANTARA











