
Director of Investment Danantara Investment Management sekaligus CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (DENERA), Fadli Rahman, mengatakan saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap persiapan konstruksi, mulai dari kajian lingkungan, desain engineering hingga pematangan lahan.
“Ini tidak akan ada pemunduran. Jadi, target kita akan peletakan batu pertama (groundbreaking) di akhir tahun ini, yaitu di Desember 2026, sehingga di kuartal 3 atau kuartal 4 tahun 2028 nanti sudah bisa mengolah sampah untuk kawasan Yogyakarta ini,” kata Fadli usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).
Konstruksi PSEL ditargetkan dimulai Januari 2027 dan berlangsung hingga akhir 2028. Rencananya PSEL akan dibangun di lahan sekitar 5,7 hektare di kawasan Piyungan. Namun, lokasinya bukan berada di bekas TPA Piyungan, melainkan di lahan berbeda yang masih bersebelahan dengan kawasan tempat pembuangan akhir tersebut.
Fadli menyebut, investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun, bergantung pada hasil desain yang tengah dimatangkan tahun ini. Dia menyampaikan, PSEL di Piyungan ini dirancang tidak hanya untuk mengurangi persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik. Dari 1.000 ton sampah yang diolah setiap hari, fasilitas tersebut diperkirakan menghasilkan listrik sebesar 18–20 megawatt (MW) per hari, bergantung pada desain.
Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki kewajiban menjaga pasokan sampah sesuai volume yang telah disepakati. Jika pasokan dari daerah yang telah berkomitmen tidak mencukupi, sejumlah langkah mitigasi akan dilakukan sebelum masuk pada mekanisme penalti.











