SpoGomi di ASEAN Sports Day, Olahraga Sambil Bersihkan Lingkungan

by -42 Views
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Puluhan peserta mengikuti gelaran SpoGomi dalam rangkaian ASEAN Sports Day (ASD) 2026 yang diselenggarakan di Loman Park Hotel Yogyakarta, Ahad (6/9/2026). SpoGomi merupakan olahraga kompetitif asal Jepang yang memadukan aktivitas fisik memungut sampah dengan perlombaan. 

Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora, Ahmad Arsani, mengatakan SpoGomi menjadi contoh bahwa aktivitas olahraga dapat dikolaborasikan dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan. Peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga dan memilah sampah.

banner 336x280

Semangatnya adalah mendorong masyarakat memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Teman-teman dari penggiat SpoGomi ini ingin mengajarkan untuk bagaimana kita selalu menjaga kebersihan di lingkungan kita,” kata Arsani dalam sambutannya di acara ASEAN Sports Day yang diselenggarakan di Loman Park Hotel Yogyakarta, Ahad (6/9/2026).

Pantauan di lokasi, para peserta mengumpulkan dan memilah sampah yang ditemukan di sepanjang rute perlombaan ASEAN Fun Run. Menurut Arsani, pelaksanaan SpoGomi semakin melengkapi sejumlah kegiatan dalam rangkaian ASD 2026.

Selain SpoGomi, ASD 2026 juga dikolaborasikan dengan berbagai kegiatan, mulai dari Car Free Day, Tour de Prambanan, ASEAN Fun Run, hingga pelatihan bagi penyandang disabilitas untuk menjadi pelatih atau penggerak olahraga disabilitas.

Arsani mengatakan, rangkaian kegiatan itu menjadi bagian dari program Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar) Kemenpora, sebuah program yang mendorong masyarakat untuk rutin bergerak dan berolahraga dengan memanfaatkan ruang terbuka yang mudah dijangkau dan relatif murah.

“Semuanya adalah untuk mendukung bagaimana program pemerintah dalam hal ini Gemar, Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar itu bisa terlaksana gitu,” katanya.

“Bagaimana mengajak masyarakat untuk bergerak, berolahraga secara rutin paling tidak misalnya seminggu sekali,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, menilai SpoGomi menjadi sarana untuk menyosialisasikan pentingnya memilah sampah. Menurut dia, konsep tersebut membuat aktivitas menjaga lingkungan dapat dilakukan bersamaan dengan olahraga.

“SpoGomi bagus. Ini adalah salah satu cara untuk sosialisasi bagaimana kita bisa memilah sampah dengan baik. Sebenarnya sosialisasi atau upaya SpoGomi itu adalah modal bagaimana kita nanti sambil olahraga badan sehat, lingkungan jadi bersih,” kata Kus.

Bagi para pelajar, perlombaan tersebut memberikan pengalaman tersendiri. Tim dari SMA Negeri 2 Yogyakarta yang beranggotakan Rifki, Farel, dan Akira berhasil menjadi juara pertama SpoGomi.

Rifki mengatakan, dirinya bersama teman-temannya tertarik mengikuti perlombaan karena memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Mereka juga mendapat ajakan dari guru untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kalau dari saya ini bagus banget. Soalnya lingkungan sekarang kan sudah banyak yang tercemar. Dengan adanya SpoGomi ini membantu masyarakat jadi lebih care terhadap sampah,” ujar Rifki saat diwawancara Republika.

Dalam perlombaan tersebut, timnya mengumpulkan berbagai jenis sampah. Untuk kategori botol kaca, mereka mengumpulkan sekitar 11 kilogram. Sementara sampah plastik yang dikumpulkan mencapai sekitar 2,7 kilogram, ditambah kardus, kertas, dan jenis sampah lainnya.

Dia pun memberikan satu kata untuk menggambarkan kegiatan tersebut.

“Keren,” ucapnya.

Peserta lainnya, Abdullah Haki Ramadhani, pelajar SMK Negeri 1 Saptosari, Gunungkidul, mengaku baru mengetahui SpoGomi sebagai olahraga yang menggabungkan aktivitas fisik dengan kegiatan memungut sampah.

“Setahu saya SpoGomi itu adalah olahraga yang berasal dari Jepang. Sport itu olahraga, kalau gomi itu sampah. Jadi kita harus berlari terus mengambil sampah-sampah di samping,” katanya.

Menurut Abdullah, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung karena peserta ikut membersihkan lingkungan. Dia juga menilai SpoGomi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Spogomi mungkin membuat lebih peduli kepada sampah. Kita juga harus memilah sampah, mana kertas, mana daun, mana plastik,” ujarnya.

Dalam perlombaan tersebut, para peserta ditantang mengumpulkan sejumlah kategori sampah, di antaranya botol, kardus dan kertas, gelas, serta sampah lainnya seperti botol kaca, kayu, dan daun. Adapun rute perlombaannya mengelilingi kawasan Loman Park Hotel Yogyakarta yang menjadi salah satu lokasi rangkaian ASEAN Sports Day 2026.

Abdullah mengaku menikmati kegiatan tersebut karena selain berolahraga dan membersihkan lingkungan, ia bisa bertemu dengan pelajar lain dari berbagai wilayah di DIY.

“Jujur asyik. Kita jadi ketemu banyak teman baru dari satu DIY, jadi kita lebih banyak kenalan,” katanya.

Sementara itu, General Manager Loman Park Hotel Yogyakarta, Handono Suyatno Putro menyampaikan terimakasih karena dipercaya Kemenpora sebagai lokasi penyelenggaraan ASEAN Sports Day tahun ini.

Menurutnya, kegiatan olahraga internasional seperti ASD menjadi bentuk promosi positif bagi Yogyakarta karena olahraga kini menjadi bagian dari rangkaian pariwisata. Kehadiran peserta dan rangkaian kegiatan juga turut mendorong tingkat hunian hotel.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Kemenpora juga dari pemerintah daerah Istimewa Yogyakarta sehingga event ASEAN Sports Day ini luar biasa sebagai selebrasi juga ulang tahun yang apa setiap tahun ya dari ASEAN Sports Day. Kami Loman, mendukung dan semoga acara ini terus bisa menginspirasi masyarakat untuk semangat berolahraga dan akhirnya kita semua sehat menjadi masyarakat yang berbudaya dan sehat,” kata Handono

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.