Soft Launching Buku MUHI untuk Negeri: Merekam Kiprah Kesuksesan Alumni

by -40 Views
image
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Perjalanan panjang SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (MUHI) tidak hanya tersimpan dalam ingatan para alumninya. Sejarah, pengalaman, prestasi, hingga kontribusi para lulusan MUHI kini dihimpun dalam sebuah buku berjudul “MUHI untuk Negeri: Sejarah, Alumni, Sumbangsih”.

Buku yang diterbitkan LaksBang Akademika ini merupakan hasil kerja bersama Ikatan Alumni SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (IKAMUHI) dan MUHI. Buku tersebut dijadwalkan terbit pada September 2026 dan menjadi upaya untuk merawat ingatan kolektif tentang perjalanan salah satu lembaga pendidikan Muhammadiyah di Yogyakarta.

banner 336x280

Buku setebal xxviii, 418 halaman dengan ukuran 21 x 29 sentimeter itu ditulis oleh empat jurnalis yakni Fernan Rahadi (Republika) sekaligus alumni MUHI 2003; Arif Koes Hernawan (penulis lepas dan mantan jurnalis Gatra), Latief Noor Rochmans (Kedaulatan Rakyat), serta Rahajeng Kartika Anindita Pramesi (Beritajatim). Soft launcing buku tersebut digelar pada peringatan milad ke-77 MUHI di Sportorium UMY Yogyakarta, Rabu (23/9/2026).

Ketua Tim Penulis, Fernan Rahadi menuturkan, selama lebih dari tiga bulan, tim penulis menghubungi alumni, mewawancarai, dan menyajikannya ke dalam artikel menarik. Meski begitu, sambung dia, tidak semuanya berjalan mulus.

“Ada nomor telepon yang tak dapat dihubungi, narasumber yang tak bisa ditemui, hingga alumni yang enggan diwawancarai dan dipublikasikan. Dalam pengumpulan foto-foto pun tak kalah tantangannya, perburuan foto berlangsung hingga akhir tenggat naik cetak,” jelasnya dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Dalam proses penyusunan, konsep buku berkembang menjadi dokumentasi mengenai sejarah sekolah, perjalanan alumni, serta berbagai bentuk sumbangsih mereka bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Lebih dari 120 narasumber diwawancarai untuk menyusun buku tersebut.

Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari alumni, kepala sekolah dan guru, mantan kepala sekolah dan mantan guru, pembina kegiatan ekstrakurikuler, pegiat sekolah, hingga keluarga dari sejumlah tokoh yang pernah menjadi bagian dari perjalanan MUHI. Rentang alumni yang menjadi narasumber juga mencakup lebih dari enam dekade.

Hampir seluruh angkatan mendapat ruang dalam proses pengumpulan cerita, mulai dari lulusan 1963 hingga lulusan 2025. Salah satu alumni tertua yang diwawancarai adalah Siti Hadiroh, lulusan 1963. Dalam proses penyusunan buku, Siti Hadiroh meninggal dunia.

Para alumni dipilih dengan mempertimbangkan kontribusi mereka di berbagai bidang. Selain kiprah di tingkat lokal maupun nasional, tim penyusun juga mempertimbangkan keterwakilan bidang serta prestasi para alumni, termasuk rekomendasi dan data dari pihak MUHI untuk alumni generasi muda.

Proses penyusunan buku berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Tim penulis harus menghubungi satu per satu narasumber, melakukan wawancara, mengumpulkan dokumentasi, serta menyusun cerita menjadi tulisan yang dapat dibaca lintas generasi.

Di balik proses tersebut, buku MUHI untuk Negeri tidak sekadar dimaksudkan sebagai catatan sejarah sekolah. Buku ini juga menjadi dokumentasi mengenai bagaimana pendidikan membentuk perjalanan hidup para alumninya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.