
PSIM Yogyakarta usung misi bangkit saat hadapi Bhayangkara FC.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG, – PSIM Yogyakarta mengusung misi kebangkitan saat menghadapi Bhayangkara FC pada pekan keenam BRI Super League di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa malam. Pelatih interim Guntur Cahyo Utomo menegaskan timnya berkomitmen penuh untuk meraih hasil maksimal meski tengah dilanda dinamika internal.
Dikutip dari laman resmi I.League, Selasa, Guntur menjelaskan bahwa dinamika di dalam tubuh PSIM Yogyakarta berusaha mereka kesampingkan demi fokus menghadapi laga krusial ini. “Kami semua berkomitmen untuk tampil maksimal di laga lawan Bhayangkara FC,” kata Guntur.
Komitmen tersebut diutarakan menyusul perpisahan PSIM Yogyakarta dengan pelatih kepala asal Belanda, Jean-Paul van Gastel, pada akhir pekan lalu. Van Gastel gagal mempersembahkan kemenangan dalam lima pekan pertama kompetisi. Di bawah asuhannya, PSIM Yogyakarta ditahan imbang Persita Tangerang lalu secara beruntun menelan kekalahan dari Persebaya Surabaya, Madura United, Persija Jakarta, dan PSM Makassar.
Fondasi Kuat Peninggalan Van Gastel
Meski hasil pertandingan belum memuaskan, Guntur Cahyo Utomo menilai PSIM Yogyakarta memiliki fondasi yang kuat. Fondasi tersebut telah dibangun oleh Jean-Paul van Gastel sejak awal musim 2025/2026. Menurutnya, secara filosofis permainan tim sebenarnya sudah bagus dan hal itu diharapkan dapat menjadi bekal berharga untuk mengarungi sisa kompetisi BRI Super League 2026/2027.
Terkait padatnya jadwal kompetisi, Guntur mengakui bahwa tim tidak memiliki banyak waktu untuk berlatih setelah pertandingan melawan PSM Makassar. Meski demikian, ia meminta para pemain untuk fokus pada kekuatan sendiri demi kembali ke jalur kemenangan.
Guntur juga meminta anak asuhnya untuk tidak terlalu memikirkan fakta bahwa Bhayangkara FC masih belum terkalahkan dari lima laga yang sudah mereka jalani. “Mereka punya banyak pemain bagus. Tapi kami sepakat, kami butuh komitmen lebih untuk laga lawan Bhayangkara FC. Kami akan fokus pada tim kami sendiri untuk bisa mencuri poin di laga besok,” tegas Guntur.
Saat ini, PSIM Yogyakarta terpuruk di peringkat ke-16 klasemen sementara Super League dengan koleksi satu poin dari lima laga. Posisi mereka terpaut tiga poin dari zona aman, sehingga kemenangan menjadi harga mati untuk mendongkrak posisi di klasemen.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara





![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76059 [Aggregator] Downloaded image for imported item #76059](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/073607500-1792447242-PSM-menang-atas-PSIM-161026-af-1-148x111.jpg)



![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76055 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/056388400-1792445416-Madura-United-Imbang-Lawan-Bha-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76043 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/esg-awards_261019105011-965-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76047 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/siswa-sma-al-furqon-boarding-school-mendapatkan-penjelasan-dari_261019195249-516-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76039 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/pln-uid-yogyakarta-melalui-pln-up3-yogyakarta-dan-wonosari_261019194848-909-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76031 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/subagyo-hs-_160519141156-701-148x111.jpg)