
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meraih penghargaan ESG Now Awards 2026 untuk kategori Community-Based Innovation. Penghargaan tersebut diberikan atas program Masyarakat Jogja Olah Sampah (MAS JOS) yang diinisiasi Pemkot Yogyakarta.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyambut baik penghargaan yang diberikan Republika atas program yang dilaksanakan di wilayahnya. Menurut dia, apresiasi media itu dinilai penting agar makin banyak masyarakat yang mengetahui program pemerintah, khususnya dalam pengelolaan sampah.
“Ini menurut saya bagus karena kita harus mengubah perilaku masyarakat. Jogja mendukung untuk melakukan rekonstruksi sosial, mengubah perilaku masyarakat untuk tema sampah,” kata dia usai menerima penghargaan di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Diketahui, Pemkot Yogyakarta memenangkan kategori Community-Based Innovation berkat keberhasilannya membangun gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara komprehensif dari sumbernya. Pemkot Yogyakarta menggerakkan aksi “5 Langkah MAS JOS” dan membentuk 711 bank sampah unit, 698 titik biopori jumbo, serta menyebarkan 18.835 ember organik terpilah.
Gerakan tersebut dinilai memiliki dampak terukur berupa potensi pengolahan sampah organik hingga 22,43 ton per hari serta didukung oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) MAS JOS. Melalui kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, PKK, swasta (SHIND Jogja), akademisi, dan media, Pemkot Yogyakarta terbukti sukses mendorong perubahan perilaku warga sekaligus menghidupkan rantai ekonomi sirkular berbasis 3R.
Hasto menambahkan, pihaknya tidak akan berhenti untuk menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah Yogyakarta. Ke depan, Pemkot Yogyakarta berencana membuat program untuk membersihkan sungai.
“Ya, kalau saya begini, Jogja itu kan kota pelajar, kota budaya, kotanya para kaum intelektual juga, tetapi saya sebetulnya ingin melihat belakangnya. Kalau wajahnya intelektual, kalau sungainya kotor, kalau menurut saya ya belum matching-lah gitu,” kata dia.
Karena itu, Hasto menyatakan, Pemkot Yogyakarta akan membuat program untuk membersihkan sungai-sungai di wilayah tersebut. Dengan begitu, wajah kota pelajar itu bisa menjadi lebih lestari.





![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76043 [Aggregator] Downloaded image for imported item #76043](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/esg-awards_261019105011-965-1-148x111.jpg)



![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76047 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/siswa-sma-al-furqon-boarding-school-mendapatkan-penjelasan-dari_261019195249-516-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76039 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/pln-uid-yogyakarta-melalui-pln-up3-yogyakarta-dan-wonosari_261019194848-909-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76031 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/subagyo-hs-_160519141156-701-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76027 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/ketua-bebadan-pangreksa-loka-keraton-ngayogyakarta-raden-mas-gusthilantika_261019172814-497-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #76005 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/aksi-aliansi-sipil-di-simpang-empat-gramedia-jogja-1788425376435_169-148x111.jpg)