Pelawak Kawakan Yogyakarta Den Baguse Ngarso Tutup Usia

by -45 Views
image
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Kabar duka menyelimuti dunia  seni pertunjukan Yogyakarta. Seniman, aktor sekaligus pelawak kawakan Susilo Nugroho, yang dikenal luas dengan nama Den Baguse Ngarso dikabarkan meninggal dunia, Senin (21/9/2026).

Almarhum mengembuskan napas terakhir di rumahnya di Jalan Cuwiri, MJ III, Nomor 529, Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat yang selama ini mengenal kiprahnya di dunia seni pertunjukan.

banner 336x280

“Iya meninggal. Saat ini akan dibawa ke RS Bethesda untuk disucikan,” kata Windrasanti, kerabat almarhum, Senin malam.

Sementara itu, kerabat lainnya, Uri, mengatakan sebelum meninggal dunia, Susilo masih sempat beraktivitas seperti biasa. Pada Ahad (20/9/2026) sore, Susilo yang tinggal bersama istrinya masih menerima tamu. Pada malam harinya, ia bahkan sempat membeli bakmi.

“Sebelum meninggal, Pak Susilo masih sempat beraktivitas,” ujarnya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Susilo sempat mengeluhkan sakit pada bagian dada. Ia kemudian dipijat sebelum akhirnya tidur. Keluarga mulai curiga ketika Susilo tidak kunjung bangun hingga siang hari. Saat itu, istrinya yang sedang berada di Solo untuk rapat sempat menghubungi keluarga untuk menanyakan kondisi Susilo.

Uri kemudian datang ke rumah dan mendapati Hesti, kakak ipar almarhum, sedang menangis. Uri berusaha membangunkan Susilo, namun tubuhnya sudah terasa dingin dan kaku.

Susilo ditemukan dalam posisi tidur miring menghadap ke barat. Petugas kesehatan setempat, Eko, kemudian dipanggil untuk memeriksa kondisi Susilo dan dari pemeriksaan awal dinyatakan telah meninggal dunia.

“Pak Eko itu di sini sebagai mantri gitu kan, dokter gitu. Saya ke sana, terus Pak Eko ke sini (mengabarkan) ‘mbak sudah enggak ada’. Ini sudah kaku sudah lama ini kemungkinan,” katanya.

Sebagai informasi, Almarhum selama ini dikenal sebagai salah satu seniman penting dalam perjalanan seni pertunjukan Yogyakarta. Jejaknya tidak hanya berada di panggung teater, tetapi juga sebagai aktor, pemain ketoprak, pelawak sekaligus pendidik.

Susilo mulai berkesenian sejak 1977. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah bergabung dengan Teater Kita-Kita dan Teater Apa Yogyakarta, sebelum kemudian dikenal sebagai salah satu pendiri Teater Gandrik.

Nama Den Baguse Ngarso semakin melekat di ingatan publik melalui karakter yang diperankannya dalam program TVRI Yogyakarta, Mbangun Desa, pada era 1990-an. Karakter tersebut tampil sebagai sosok priyayi yang angkuh, nylekit, sok tahu dan ingin menang sendiri. Karakter itu justru menjadi salah satu identitas yang membuat nama Den Baguse Ngarso begitu dikenal masyarakat.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.