Panca Tertib Dicanangkan, Siswa Didorong Jadi Penggerak Perubahan

by -63 Views
image
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Panca Tertib melalui Pantiq for School dicanangkan di SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta untuk membentuk kebiasaan dan karakter siswa. Salah satu gerakan yang dikembangkan dalam program tersebut yakni Zero Waste Movement atau gerakan bebas sampah.

Kegiatan berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB di SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta, Jalan Kenari Miliran, Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (25/9/2026). Pencanangan dihadiri Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, jajaran OPD, Satpol PP Kota Yogyakarta, serta pihak sekolah.

banner 336x280

Kepala SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta, Puji Astuti, mengatakan sekolah memiliki peran lebih luas daripada sekadar memberikan pengetahuan akademis. Sekolah juga menjadi ruang untuk membentuk karakter dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.

“Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan dan akademis, tetapi juga sebagai laboratorium kehidupan yang membentuk karakter generasi muda yang peduli dan cinta lingkungan,” ujarnya.

Melalui Pantiq for School, sekolah mendorong siswa bijak menggunakan dan mengelola sampah pribadi, memilah sampah organik dan anorganik, serta menjadikan gaya hidup ramah lingkungan sebagai kebiasaan di sekolah maupun di rumah.

Guru SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta, Krisnamukti, mengatakan program tersebut akan diterapkan melalui kegiatan terprogram, integrasi dalam pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan.

“Zero waste adalah sebuah gerakan kebiasaan yang perlu betul-betul dipahami, dimaknai, dan dilaksanakan oleh kita semua,” kata Krisnamukti.

Sekolah juga menerapkan konsep 5R, yakni refuse, reduce, reuse, recycle, dan rot. Siswa didorong mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih bermanfaat, memilah sampah organik dan anorganik, serta mengolah sampah organik menjadi kompos.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan siswa dapat menjadi penggerak perubahan karena kebiasaan yang dibentuk di sekolah dapat dibawa ke lingkungan keluarga.

“Anak-anak itu sebagai agent of change. Sebetulnya kalau anak sekolah SMP Muhammadiyah 8 yang jumlahnya 288, itu kan paling tidak kurang lebih 288 keluarga di rumahnya,” kata Hasto.

Menurut Hasto, siswa dapat mengingatkan orang tua untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah di rumah. Dengan demikian, praktik yang diperoleh di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau yang ikut cerewet itu anaknya, saya yakin itu. Kalau anaknya itu menegur Ibunya: ‘Bu, ini dipilah!’ … berarti praktik yang ada di sekolah ini mudah dibawa pulang ke rumah,” ujarnya.

Pihak sekolah berharap pencanangan Pantiq for School tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan yang berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.