Segel Kantor Maxim di Yogyakarta, Mitra Driver Tuntut Empat Hal

by -3 Views
image
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Puluhan mitra driver ojek online (ojol) Maxim di Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Maxim, Jalan Seturan, Depok, Sleman, Yogyakarta pada Rabu (23/9/2026). Para mitra menyoroti program Turbo berbayar, penyesuaian tarif perjalanan, transparansi potongan, hingga terus bertambahnya jumlah mitra driver di tengah keterbatasan order.

Salah seorang perwakilan driver, Rianti, mengatakan salah satu tuntutan utama mereka adalah penghapusan program Turbo yang mengharuskan driver membayar biaya tertentu untuk memperoleh akses atau peluang mendapatkan order.

banner 336x280

“Kami selaku pribadi dan selaku komunitas Maxim di Jogja menuntut penghapusan program Turbo karena itu membunuh (pendapatan) kami secara terang-terangan” ujarnya saat berorasi.

Menurutnya, keberadaan program Turbo membuat driver yang belum mendaftar program tersebut kesulitan mendapatkan order. Akibatnya, kondisi tersebut semakin membebani driver yang penghasilannya bergantung pada jumlah order harian.

Selain meminta penghapusan Turbo, para driver juga mendesak Maxim menghentikan sementara penerimaan atau pendaftaran driver baru. Mereka menilai jumlah driver yang tersedia di Yogyakarta sudah terlalu banyak dan tidak sebanding dengan jumlah orderan yang masuk.

Hal tersebut juga disampaikan Wuri, Ketua Umum Wadah Komunikasi Driver Aktif Yogyakarta (WAKANDA), yang menyebut pihaknya meminta moratorium (penangguhan) penerimaan driver baru. Menurutnya, persoalan yang dihadapi driver saat ini bukan hanya soal program aplikasi, tetapi juga ketidakseimbangan antara jumlah pengemudi dengan permintaan order.

“Karena jumlah orderan dengan jumlah driver yang ada di Jogja itu tidak sebanding. Lebih banyak driver-nya daripada orderannya” jelas Wuri.

Para mitra juga mempersoalkan potongan biaya administrasi yang dinilai tidak transparan. Rianti mengatakan, besar potongan yang dikenakan seharusnya adalah 8 persen. Namun, menurut dia, terdapat potongan lain yang lebih besar dan membebani para mitra.

“Kami menuntut transparansi potongan-potongan karena di mekanismenya 8 persen, tapi ternyata di kami lebih dari 8 persen” kata Rianti.

Selain persoalan Turbo dan jumlah driver, tuntutan lainnya berkaitan dengan tarif perjalanan. Wuri mengatakan pihaknya meminta adanya penyesuaian tarif berdasarkan jarak.

Ia menyebut tarif yang diterapkan Maxim di Yogyakarta dinilai berada di bawah batas tarif yang menurut mereka ditetapkan Kementerian Perhubungan.

“Harusnya Rp 2.000 kalau untuk wilayah Jogja, tapi mereka menerapkan Rp 1.800 sampai Rp 1.900. Dan untuk tarif terdekatnya mereka menerapkan Rp 7.800” ujar Wuri.

Ia juga menyoroti persoalan pajak pertambahan nilai (PPN) yang menurutnya masih dibebankan kepada driver.

“Selain itu dari driver juga masih kena pajak pertambahan PPN. Nah, itu yang seharusnya tidak ditanggung oleh driver tapi itu dibebankan kepada driver” ujarnya.

Merespons hal ini, manajemen pihak Maxim Yogyakarta selaku aplikator menjelaskan bahwa pihaknya tengah menindaklanjuti aspirasi dan masukan yang disampaikan para mitra pengemudi di Yogyakarta.

Dalam aksi ini, para massa juga turut menyegel kantor Maxim Yogyakarta sebagai bentuk protes sampai mereka mendapatkan kejelasan atas tuntutan-tuntutan yang telah disampaikan.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.