
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Padhang Bulan Fest 2026 menghadirkan beragam sesi yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berdiskusi dan melihat berbagai persoalan yang tengah dihadapi. Mulai dari diskusi tentang kondisi Indonesia dalam sesi ;Indonesia dalam Bayang-Bayang’ hingga ajakan untuk terus menyuarakan kepedulian terhadap Palestina.
Dalam sesi ‘Indonesia dalam Bayang-Bayang’, pakar Hukum Tata Negara Indonesia, Prof Zainal Arifin Mochtar, menegaskan perubahan sosial dan struktural di Indonesia tidak dapat terjadi secara instan. Menurutnya, siapa pun figur yang menjadi pemimpin negara tidak serta-merta dapat mengubah kondisi Indonesia menjadi adil dan makmur dalam waktu singkat.
“Pengawalan publik terhadap jalannya pemerintahan tetap menjadi keharusan mutlak. Kemenangan elektoral hanyalah langkah awal, tantangan sesungguhnya adalah memastikan agar kekuasaan tidak disalahgunakan dan kesalahan masa lalu tidak terus berulang,” ujar Zainal pada sesi diskusi Padhang Bulan Fest 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, DIY, Sabtu (19/9/2026).
Sementara itu, pendakwah muda Gus Ajir Ubaidillah mengajak masyarakat memaknai kesabaran dengan terus memperkaya diri melalui ilmu dan literasi. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terbawa emosi ketika menerima informasi.
“Memaknai sabar dalam konteks ini adalah kita harus mempersiapkan diri lebih pintar, lebih banyak literasi, lebih banyak mendengarkan, lebih banyak mengamati. Jangan mudah terbawa emosi. Jadi konteks sabar di sini adalah kita harus memperkaya diri dengan ilmu,” ujar Gus Ajir.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan memilah informasi. Menurutnya, masyarakat perlu banyak membaca, mengamati, mendengar dan belajar sebelum mengambil kesimpulan maupun memberikan komentar.
“Ini tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW mengawal kita, mengawal agama Islam itu dengan ilmu, bukan dengan hoaks, bukan dengan narasi yang dibungkus seolah-olah jadi data, padahal sebagai permainan. Salah satu problem terbesar di bangsa kita hari ini adalah banyak orang yang menerima informasi sepotong-sepotong tetapi langsung mengambil kesimpulan yang utuh,” katanya.
Selain membahas persoalan dalam negeri, Padhang Bulan Fest juga menjadi ruang untuk kembali menyuarakan kepedulian terhadap Palestina. Dalam sesi yang diisi oleh Ustaz Muhammad Husein, ia mengungkapkan data korban yang dirilis otoritas kesehatan di Gaza, terdapat 72.835 warga Palestina yang telah teridentifikasi namanya sebagai korban tewas sejak genosida 7 Oktober 2023 hingga 7 Mei 2026.
“Bagaimana saya bisa hidup tenang setelah ada ribuan nyawa melayang. Mari kita berjuang melawan zionis,” ujarnya dalam sesi berbeda.
Sementara itu, Lembaga sosial kemanusiaan Laju Peduli mengajak para pengunjung untuk tidak berhenti memberikan perhatian kepada masyarakat Palestina yang masih membutuhkan dukungan. Direktur Laju Peduli, Rizqi Dwi Putra, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam Padhang Bulan Fest salah satunya untuk mengingatkan kembali masyarakat agar tidak jenuh menyuarakan Palestina. Menurutnya, kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui doa, dukungan nyata maupun terus menyuarakan kondisi Palestina.
“Palestina masih membutuhkan kita. Perjuangan kita untuk Palestina belum selesai,” kata Rizqi.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat bergotong royong melalui program sedekah gandum. Masyarakat dapat ikut berdonasi Rp 35 ribu atau setara dengan harga segelas kopi untuk membantu kebutuhan pangan masyarakat Palestina. Rizqi mengatakan kepedulian terhadap Palestina perlu terus dijaga meski persoalan tersebut telah berlangsung lama. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak merasa lelah atau jenuh untuk memberikan dukungan.
“Jangan sampai ada rasa jenuh, ada rasa bosan,” ucapnya.
Rangkaian Padhang Bulan Fest juga mendapat perhatian dari kalangan anak muda. Yasmina, pengunjung asal Banjarnegara, mengatakan acara tersebut menarik karena menghadirkan banyak pemateri dan rangkaian kegiatan.
“Acara ini digelar setahun sekali, dan banyak pemateri yang menarik untuk kalangan mahasiswa,” ujar Yasmina.
Pengunjung lainnya, Dzikrina, asal Yogyakarta, menilai Padhang Bulan Fest tidak hanya menghadirkan kajian, tetapi juga berbagai stan yang membuat suasana acara lebih menarik.
“Harga tiketnya per satu hari itu Rp 11 ribu dan ini sepadan banget karena rangkaian acaranya juga banyak dari pagi sampai malam,” ujar Dzikrina.
Sementara pengunjung lainnya, Heru mengatakan kehadiran sesi yang membahas Palestina menjadi pengingat bagi dirinya dan peserta lainnya untuk tetap menyuarakan kondisi Palestina. Ia menilai forum seperti Padhang Bulan Fest menjadi salah satu ruang untuk kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kepedulian tersebut.
“Isu Palestina perlu terus dibicarakan agar kepedulian masyarakat tidak berhenti dan persoalan yang dialami warga Palestina tidak dilupakan,” ujarnya.





![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74166 [Aggregator] Downloaded image for imported item #74166](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/sesi-diskusi-tentang-kondisi-indonesia-hingga-seruan-untuk-palestina_260922152321-498-1-148x111.jpg)



![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74184 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/ilustrasi-pemerkosaankekerasan-seksual-3_169-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74170 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/konferensi-pers-temu-karya-taman-budaya-se-indonesia-xxv-di_260922150738-827-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74174 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/wali-kota-yogyakarta-hasto-wardoyo-dan-jajarannya-saat-sosialisasi_260922145714-864-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74178 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/menteri-perdagangan-ri-budi-santoso-saat-meninjau-harga-dan_260922144957-500-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74136 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/ustaz-abdul-somad-saat-ceramah-pada-acara-padhang-bulan_260922114703-441-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74140 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/wakil-rektor-bidang-kemahasiswaan-dan-pengabdian-masyarakat-ugm-arie_260922114038-107-148x111.jpg)