Tanggapi Dampak Bencana di NTT, UGM Lepas 15 Mahasiswa Profesi Kedokteran untuk KKN Peduli Bencana

by -2 Views
image
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam merespons situasi tanggap darurat bencana di Indonesia. Sebanyak 15 mahasiswa program profesi dokter dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) peduli bencana tahun 2026 untuk membantu penanganan pascabencana di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Para mahasiswa difokuskan untuk membantu pelayanan kesehatan serta pemulihan psikososial masyarakat yang terdampak bencana gempa di daerah tersebut selama 30 hari ke depan.

banner 336x280

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Pengabdian Masyarakat UGM, Arie Sujito mengatakan bahwa pemberangkatan tim KKN Khusus ini merupakan wujud nyata misi kemanusiaan universitas. KKN ini dirancang berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat serta pemangku kepentingan yang terkait.

“UGM sejak dulu punya komitmen untuk merespons peristiwa bencana melalui pengabdian dosen dan mahasiswa, baik pada masa darurat hingga rehabilitasi. Kali ini, sebanyak 15 mahasiswa FKKMK kita kirimkan. Karena kebutuhan bidang kesehatan sangat spesifik, KKN ini dikhususkan agar mereka dapat beradaptasi, menerapkan ilmu secara langsung, dan membantu masyarakat di lokasi terdampak,” ujar Arie saat diwawancarai di Gedung Pusat UGM pada Senin (21/9/2026).

Para mahasiswa akan ditempatkan di Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, salah satu wilayah terdampak yang cukup signifikan. Penempatannya difokuskan pada dua fasilitas kesehatan masyarakat, yaitu Puskesmas Bangka Kenda dan Puskesmas Watu Alo, serta posko kesehatan sekitarnya.

“KKN Peduli Bencana kali ini berfokus pada kesehatan masyarakat. Mahasiswa nantinya akan membantu tim dan dinas dalam bidang kesehatan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini juga atas kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah Provinsi NTT maupun pemerintah daerah Kabupaten Manggarai,” ujar Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Djarot Heru Santosa.

Sebelum diberangkatkan, para mahasiswa telah mendapatkan pembekalan intensif mengenai mitigasi bencana, penanganan kedaruratan medis, hingga dukungan kesehatan mental atau trauma healing. Program ini ditujukan untuk mendampingi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Salah satu mahasiswa peserta KKN, Dimas mengungkapkan bahwa informasi pemberangkatan diterima sekitar dua minggu sebelum keberangkatan. Meskipun masa persiapan terbilang singkat, tim telah menyiapkan logistik fisik maupun ilmu untuk menghadapi tantangan di lapangan.

“Kami mempersiapkan peralatan seperti jaket dan sleeping bag karena kondisi di sana tergolong dingin, serta bersiap untuk tinggal di tenda bencana milik BNPB maupun Dinas Kesehatan. Selain itu, kami juga membawa pasokan obat-obatan yang dibutuhkan sesuai permintaan Dinas Kesehatan setempat,” ujar Dimas

Dimas juga menyebutkan sejumlah obat-obatan yang akan dibawa meliputi obat antihipertensi nifedipine, simvastatin, parasetamol, cetirizine, antibiotik dan antimalaria (doxycycline) sebagai langkah antisipasi mengingat wilayah NTT masih tergolong endemis malaria.

Arie menegaskan bahwa program ini bukan untuk mengambil alih tugas pemerintah, tetapi untuk membantu dan memberi pembelajaran secara langsung sekaligus pengabdian bagi mahasiswa.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.