OPM Bunuh ASN, Jusuf Kalla: Perlu Operasi Aparat dan Upaya Penyelesaian Konflik Secara Damai

by -6 Views
image
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla (JK), menyayangkan kembali terjadinya penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan yang menewaskan tiga orang. Ia menilai penanganan konflik Papua perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui operasi aparat, tetapi juga pendekatan kepada masyarakat.

Akar masalah dari rentetan kasus penembakan dan kekerasan bersenjata yang terus berulang di Papua itu sifatnya sangat kompleks, bukan sekadar masalah kriminalitas biasa. “Tentu sangat disayangkan. Maka tentu perlu operasi yang betul, juga harus ada pendekatan ke masyarakat untuk adanya suatu pengertian konflik ini dengan baik, agar masyarakat mengerti pembangunan Papua itu harus dibangun secara bersama-sama,” kata Jusuf Kalla saat diwawancara di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Ahad (13/9/2026).

banner 336x280

Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan di Papua. Ia menilai pembangunan dan kondisi Papua saat ini juga jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Papua Nugini.

“Sebenarnya Papua itu sudah diberikan anggaran cukup besar untuk pembangunan dan kalau dibandingkan, katakanlah Papua dibandingkan dengan Papua Nugini itu jauh lebih baik,” ujarnya.

Karena itu, JK, sapaan akrabnya, menilai perlu ada upaya untuk memberikan pemahaman kepada kelompok yang tergabung dalam KKB. Namun, jika kelompok tersebut tetap melakukan perlawanan bersenjata, aparat keamanan tetap perlu melakukan tindakan untuk menjaga keamanan masyarakat.

“Perlu diberikan suatu pengertian yang betul kepada mereka yang KKB itu dan apabila mereka bersekutu itu tentu balasannya operasi yang daripada aparat kita TNI, polisi,” kata JK.

Di sisi lain, JK menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui pendekatan damai. Menurutnya, pengalaman penyelesaian konflik di Aceh menunjukkan bahwa pendekatan dialog dan perdamaian dapat menjadi salah satu jalan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan.

“Tapi di (lain) pihak perlu ada upaya pengertian konflik secara baik, secara damai. Itu di mana-mana kita bisa laksanakan itu, kayak di Aceh, kayak di mana-mana,” tuturnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.