Informasi yang Tepat dan Dukungan Keluarga Dinilai Penting bagi Ibu Menyusui

by -8 Views
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Keberhasilan menyusui tidak hanya bergantung pada ibu. Informasi yang tepat serta dukungan keluarga menjadi bagian penting yang perlu diperkuat.

Founder dan CEO Sanggar ASI sekaligus Konselor Menyusui, Raisika Riyanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai informasi menyusui yang sesuai dengan ilmu laktasi. Menurutnya, banyaknya informasi di media sosial membuat masyarakat perlu lebih selektif dalam menerima informasi.

banner 336x280

“Masalah menyusui itu sebenarnya karena kurang informasi yang tepat dari masyarakat. Sekarang eranya media sosial, banyak sekali paparan informasi tentang menyusui, tentang tata cara menyusui, yang bias dari konflik kepentingan industri, tidak sesuai dengan ilmu laktasi,” ujar Raisika dalam kegiatan KolaSA (KolaborASI Sanggar ASI) yang digelar Sanggar ASI di RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026).

KolaSA merupakan agenda keenam sekaligus penutup rangkaian Parade Perayaan Pekan Menyusui Dunia (World Breastfeeding Week/WBW) 2026 dan Bulan ASI Nasional yang diselenggarakan Sanggar ASI sepanjang Agustus. Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Ilmu, Keluarga & Solusi untuk Keberhasilan Menyusui’.

Ia mengatakan informasi yang beredar di media sosial terkadang tidak sesuai dengan ilmu laktasi. Karena itu, edukasi diperlukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat mengenai menyusui.

“Di acara ini kita memberi informasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa menyusui yang sesuai dengan ilmu laktasi itu sebenarnya tidak seperti yang ada di media sosial,” katanya.

Selain persoalan informasi, Raisika menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam proses menyusui. Menurutnya, menyusui bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi juga bagian dari tanggung jawab ayah dan keluarga.

“Masalah menyusui itu bukan hanya tanggung jawab domestik seorang ibu saja, tapi juga tanggung jawab seorang ayah sebagai kepala keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Konselor Menyusui RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta, dr Mita Wulansari, mengatakan sejumlah persoalan masih sering ditemukan dalam pendampingan ibu menyusui. Di antaranya bingung puting, payudara bengkak, mastitis, puting lecet, hingga induksi laktasi pada bayi adopsi.

“Kalau untuk masalah-masalah menyusui, yang sering sekali kami tangani adalah berkaitan dengan bingung puting. Selain itu ada payudara bengkak, mastitis, lalu ada puting lecet,” ujar Mita.

Menurut Mita, dukungan terhadap ibu menyusui tidak hanya diberikan oleh tenaga kesehatan. Keluarga sebagai support system di rumah juga memiliki peran besar dalam membantu ibu melewati proses menyusui.

“Kalau kami sebagai konselor menyusui, tentunya selain kita mendukung ibu yang menyusui itu sendiri, tetapi juga kepada keluarga ataupun support system di rumah seperti suami,” katanya.

Mita mengatakan keluarga yang tinggal bersama ibu juga sebaiknya memahami kebutuhan ibu selama menyusui. Dukungan tersebut dapat berasal dari suami, pengasuh, hingga anggota keluarga lainnya.

“Kunci keberhasilan menyusui itu justru bukan dari kami ataupun dari siapa saja, tetapi dari ibu sendiri dan berdasarkan dari dukungan orang-orang di sekitar,” ujar Mita.

Ia menegaskan keluarga menjadi salah satu sumber dukungan utama bagi ibu menyusui. “Support system yang luar biasa itu dari keluarga. Karena ibu yang bahagia itu pasti membutuhkan adanya perhatian-perhatian dari suami, dari keluarga terdekat,” katanya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.