Haedar Nashir Ungkap Agenda Tanwir Muhammadiyah di Palu Bahas Program Strategis 25 Tahun ke Depan

by -3 Views
image
banner 468x60
image


Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat diwawancara di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi meluncurkan Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Logo yang mengusung simbol daun kelor itu tidak hanya menjadi identitas visual, tetapi juga merepresentasikan gagasan dan arah gerakan Muhammadiyah.

banner 336x280

Logo tersebut diperkenalkan dalam acara peluncuran Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026). Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, pemilihan daun kelor sebagai simbol utama memiliki makna yang berkaitan dengan tema dan semangat Tanwir Muhammadiyah 2026 yang akan digelar di Palu, Sulawesi Tengah.

Menurut Haedar, daun kelor merupakan tanaman yang tumbuh subur di Indonesia, termasuk di Palu. Tanaman tersebut bahkan kerap disebut sebagai miracle tree atau pohon ajaib karena memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Dari karakter itu, daun kelor kemudian dimaknai sebagai simbol kesederhanaan, ketangguhan, keluasan wawasan, hingga kesejahteraan.

“Dalam konteks pergerakan kita maupun di Tanwir dan Milad ini harus mampu menjadi momentum kita memperkuat kesederhanaan yang punya value, punya tema. Bukan kesederhanaan sebagai populisme,” ujar Haedar dalam sambutannya.

Ia juga mengaitkan daun kelor dengan ungkapan “dunia tak selebar daun kelor”. Namun, menurut Haedar, ungkapan tersebut justru dapat dimaknai sebagai dorongan bagi Muhammadiyah untuk memperluas wawasan, pemikiran, pergaulan, dan jelajah gerakannya.

“Daun kelor memiliki arti keluasan yang bermakna akan keluasan wawasan, keluasan pikiran, keluasan pergaulan, dan keluasan jelajah pergerakan kita,” katanya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.