
Aksi bertajuk ’81 Tahun Merdeka: Siapa yang Untung dari Kemerdekaan?’ itu diikuti berbagai elemen masyarakat lintas generasi, mulai dari pelajar, mahasiswa, perwakilan komunitas ojek daring (ojol), hingga cendekiawan Muslim.
Dalam aksi tersebut, Alpera mengusung agenda ‘Menggugat 4 Cita-cita Kemerdekaan’ melalui orasi terbuka dan pembahasan berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Alpera menyampaikan empat tuntutan, yakni pendidikan gratis dan bermutu, pemberantasan oligarki, penolakan normalisasi LGBTQ, serta penolakan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dan pengiriman pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke International Security Forces (ISF) di Gaza.
Salah satu peserta aksi, Muhammad Fauzan Yazid Ramadhan, mahasiswa sekaligus orator pertama, mengatakan kehadiran generasi muda merupakan upaya menyampaikan keresahan kepada para pemimpin bangsa.
“Kita di sini hadir atas pembebasan pikiran yang sama, yaitu pikiran kita agar kita bisa memberi nasihat kepada ayah dan ibu bangsa kita,” kata Fauzan.
Menurut Fauzan, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan melalui berbagai kegiatan setiap tahun. Ia menilai kesejahteraan umum yang menjadi salah satu cita-cita kemerdekaan perlu benar-benar dirasakan masyarakat.
“Generasi muda sudah capek dengan janji-janji, terutama janji dan cita-cita kemerdekaan saat ini, yaitu memberikan kesejahteraan umum. Kita sebagai Gen Z sendiri merasa sebenarnya kita benar-benar melakukan hari-hari, peristiwa, kita meriahkan kemerdekaan, tapi kita justru nggak ngerasain kemerdekaan itu. Dolar naik, terus kerja makin sulit, daerah kita juga semakin dibingungkan sama arah ke depannya,” ujarnya.
Fauzan mengatakan kondisi tersebut menjadi alasan generasi muda perlu menyampaikan aspirasi. Ia berharap keresahan yang disampaikan tidak berhenti sebagai suara di jalan, tetapi dapat didengar oleh para pemimpin bangsa.
“Kita ini adalah anak bangsa yang akan menjadi ayah dan ibu bangsa di masa yang akan datang,” kata dia.
Selain persoalan dalam negeri, Alpera menyoroti rencana keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace dan International Security Forces di Gaza.
Ahmad Hanafi Rais, salah satu orator dalam aksi tersebut, menyoroti rencana pengiriman pasukan TNI ke International Security Forces di Gaza serta narasi pembangunan Gaza sebagai kota metropolitan global.
“Nasib menjadi bagian dari Board of Peace, Dewan Perdamaian bakal direncanakan akan mengirim pasukan Tentara Nasional Indonesia ke International Security Forces di Gaza. Narasi yang bertemu sekarang adalah Gaza akan dibangun menjadi kota metropolitan global,” kata Hanafi
Ia menilai kondisi tersebut perlu dilihat dalam konteks sejarah Palestina.
“Tetapi kita tahu betul bahwa sejak terjadi genosida oleh Zionis Israel tiga tahun yang lalu sampai dengan sekarang, adalah sejarah penjajahan Zionis Israel atas bumi Palestina,” ujar putra sulung tokoh reformasi Amien Rais tersebut.
Sementara itu, Aziz, seorang pengemudi ojol, turut menyampaikan keresahan mengenai kondisi ekonomi masyarakat. Ia menyoroti beratnya tekanan ekonomi, termasuk biaya kesehatan dan pendidikan.
Aziz berharap kondisi tersebut dapat mengalami perubahan ke depan sehingga masyarakat tidak semakin terbebani oleh kebutuhan dasar.
Alpera menyatakan aksi tersebut merupakan penyampaian aspirasi secara damai dan tertib. Peserta juga diminta menjaga ketertiban, menghormati pengguna jalan, serta memperhatikan masyarakat dan lingkungan sekitar lokasi kegiatan.





![[Aggregator] Downloaded image for imported item #71256 [Aggregator] Downloaded image for imported item #71256](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/hari-kemerdekaan-ilustrasi-_140817224411-634-1-148x111.jpg)



![[Aggregator] Downloaded image for imported item #71238](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/menyambut-hari-ulang-tahun-ke-81-republik-indonesia-sd-tarakanita_260815132726-389-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #71242](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/sesi-diskusi-setelah-penayangan-film-the-years-of-blur_260815131426-358-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #71246](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/tim-dosen-universitas-aisyiyah-unisa-yogyakarta-bersama-kementerian-pendidikan_260815123609-875-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #65225](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/tps-3r-go-sari-menjadi-salah-satu-solusi-pengolahan-sampah_260814213809-900-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #64773](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/gelombang-tinggi-terjang-pesisir-pantai-gunungkidul_260814210837-704-148x111.jpeg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #63878](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/kepala-dinas-kesehatan-diy-dr-gregorius-anung-trihadi-bersama_260814191717-598-148x111.jpeg)