7 Finalis POTEK Dance Fest 2026 Siap Adu Tari di Candi Prambanan

by -4 Views
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN, – Sebanyak tujuh finalis kompetisi tari Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 siap beradu keterampilan di Kawasan Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (30/8/2026). Ajang ini sekaligus menjadi wadah kampanye hidup sehat melalui aktivitas fisik yang menyasar anak muda dan generasi Z (Gen Z).

Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health, Andry Mahyudi di Sleman, Jumat, mengatakan bahwa kompetisi ini berangkat dari keinginan untuk menjadikan pesan hidup aktif terasa lebih dekat dan relevan dengan dunia anak muda. “Anak muda sebenarnya punya begitu banyak cara untuk bergerak, kami ingin mengajak mereka memulainya dari aktivitas yang memang mereka sukai, salah satunya dance,” katanya.

banner 336x280

Menurut Andry, dance tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi dan keterampilan di atas panggung, tetapi juga sebagai aktivitas untuk bergerak, berekspresi, bertemu komunitas, dan membangun kebiasaan aktif dengan cara yang menyenangkan. Para peserta berasal dari berbagai kota di Indonesia yang mengikuti seleksi secara langsung di Palembang, Medan, Bandung, Surabaya, Bali, Makassar, Pontianak, Ambon, Jakarta, dan Solo, dengan babak final diselenggarakan di Prambanan, Yogyakarta.

Daftar Finalis dan Tema Kompetisi

Ketujuh finalis yang akan bertanding adalah In Motion Dance House dari Medan, ArteeZ dari Jabodetabek, Mystylez Crew dari Jawa Barat, Waackanizm dari Jawa Tengah, Sunkiss Dance Crew dari Jawa Timur, Zenith dari Sulawesi, serta A-Youngz dari Jabodetabek. “Mereka akan membawa karakter daerah, referensi budaya, serta interpretasi mereka terhadap tema Modern with Indonesian Heritage,” ujar Andry.

Dance sebagai Olahraga yang Direkomendasikan

Dokter olahraga sekaligus influencer kesehatan, Ikhwan Zein, menjelaskan bahwa dance dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik yang berpotensi diminati kalangan muda, khususnya Gen Z. “Ada intensitas, kemudian ada durasi yang masuk untuk kita kategorikan sebagai gerakan aerobik atau kardio,” katanya.

Ia menambahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan aktivitas fisik selama 150 menit per minggu dengan intensitas sedang atau 75 menit per minggu dengan intensitas berat. “Jadi kalau kemudian Anda berolahraga yang intensitasnya agak tinggi, sebenarnya 75 menit per minggu itu kira-kira kalau satu kali dance masuk ya dari rekomendasi 75 menit per pekan,” ujarnya.

Ikhwan menyebutkan, olahraga dapat dikategorikan sebagai aktivitas aerobik apabila dilakukan minimal sekitar 10 menit dengan gerakan yang repetitif dan ritmis serta melibatkan otot-otot besar. Aktivitas tersebut sangat bermanfaat bagi anak muda yang kurang melakukan aktivitas fisik atau menjalani gaya hidup sedentari. “Sehingga, tentunya sangat related ya ketika ada sebuah kegiatan yang mendorong anak-anak muda terutama untuk bisa meningkatkan aktivitas fisiknya melalui gerakan-gerakan yang menarik, sehingga mereka itu bisa mengikuti secara konsisten,” katanya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.