
Pemkot sebut Koperasi Merah Putih harus didukung pengurus kompeten.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA, – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menegaskan bahwa pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pengurus yang kompeten. Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM setempat menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas para pengelola koperasi tersebut.
“KKMP harus didukung pengurus yang kompeten, karena itu kami memberikan pelatihan dan mendorong sertifikasi bagi pengurus maupun pengawas koperasi,” ujar Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, di Yogyakarta, Kamis.
Tri Karyadi menjelaskan bahwa upaya peningkatan kualitas SDM ini dilakukan secara berkelanjutan. Selain pelatihan dan sertifikasi, Pemkot juga secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap lembaga ekonomi kerakyatan yang berbasis di tingkat kelurahan tersebut.
Kolaborasi dan Mentoring Bisnis
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam pengembangan KKMP. Mengingat koperasi ini masih berada dalam tahap awal pengembangan dengan berbagai keterbatasan, seperti modal, SDM, produk, dan sarana prasarana, membangun kemitraan menjadi sebuah keharusan agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Tidak semata-mata satu dinas yang mengoperasikan. KKMP ini dikeroyok bersama melalui sinergitas antar-OPD (organisasi perangkat daerah) dan berbagai mitra,” katanya.
Pemerintah kota juga memfasilitasi program business mentoring dengan menggandeng koperasi maupun perusahaan yang telah lebih dahulu berkembang. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses belajar dan adaptasi bisnis bagi para pengurus KKMP.
Perkembangan Koperasi Merah Putih
Hingga saat ini, dari total 45 KKMP yang ada di Yogyakarta, sebanyak 30 koperasi atau sekitar 70 persen telah mulai beroperasi dan melakukan transaksi usaha dengan masyarakat maupun konsumen. Sementara itu, koperasi merah putih lainnya masih dalam tahap menemukan bentuk usaha yang sesuai dengan potensi wilayah dan kapasitas masing-masing.
“Target dari Pak Wali Kota setelah diluncurkan harus ada aktivitas. Jangan hanya berdiri, sehingga aktivitas bisnisnya harus ada,” tegas Tri Karyadi menirukan arahan Wali Kota Yogyakarta.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara





![[Aggregator] Downloaded image for imported item #72037 [Aggregator] Downloaded image for imported item #72037](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/028159200-1787867290-IMG_20260827_205657jpg-1-148x111.jpg)



![[Aggregator] Downloaded image for imported item #72033](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/kabid-humas-polda-diy-kombes-pol-ihsan-saat-diwawancara_260827231312-437-148x111.jpeg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #72015](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/097206000-1787830737-830-556-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #71948](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/019491400-1785247654-830-556-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #71920](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/stasiun-pengisian-kendaraan-listrik-umum-spklu-center-di-pln_260826152956-561-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #71924](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/plt-kepala-badan-pusat-statistik-bps-provinsi-daerah-istimewa_260826160752-961-148x111.jpg)