WASPADAI OSTEOPOROSIS, PATAH TULANG PANGGUL DAPAT MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN PADA LANSIA

by -70 Views
Public
banner 468x60

Jakarta, 16 Oktober 2026 – Osteoporosis merupakan kondisi ketika kepadatan dan kualitas tulang menurun sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan rentan mengalami patah tulang. Penyakit ini sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas hingga terjadi patah tulang.[1] Secara global, diperkirakan lebih dari 500 juta orang hidup dengan osteoporosis, di mana sekitar 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki berusia di atas 50 tahun akan mengalami fraktur fragilitas atau patah tulang akibat kerapuhan tulang[1,3]. Di Indonesia, pertambahan jumlah penduduk lanjut usia juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan beban osteoporosis. Angka osteoporosis diproyeksikan meningkat hingga 135% pada 2050[6].

Seiring dengan meningkatnya risiko osteoporosis, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi semakin penting untuk membantu mencegah patah tulang serta dampaknya terhadap kualitas hidup. Dalam momentum Hari Osteoporosis Sedunia yang diperingati setiap 20 Oktober, Siloam Hospitals TB Simatupang mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan tulang melalui evaluasi faktor risiko, pemeriksaan medis sesuai indikasi, serta konsultasi dengan dokter spesialis. Didukung oleh layanan ortopedi dan traumatologi, kedokteran olahraga, serta fasilitas diagnostik, Siloam Hospitals TB Simatupang mengedepankan pendekatan multidisiplin untuk membantu pasien mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medisnya[1,2,5].

banner 336x280

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, Konsultan Panggul dan Lutut Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Wijaya Johanes Chendra, Sp.OT., Subsp. PL(K) MMRS, AIFO-K, FICS, menjelaskan “Secara anatomi dan klinis, patah tulang akibat osteoporosis paling sering terjadi pada tiga lokasi utama yang rentan (predilection sites), yaitu panggul atau paha atas (hip), tulang belakang (vertebrae), dan pergelangan tangan (distal radius) [1,2,4]. Fraktur panggul merupakan salah satu komplikasi paling berat karena berkaitan erat dengan penurunan kemandirian, kecacatan jangka panjang, hingga peningkatan risiko kematian pada lansia[1,2]. Sementara itu, fraktur tulang belakang sering kali tidak terdiagnosis, tetapi dapat menyebabkan kronis, perubahan postur tubuh (kifosis), serta penurunan tinggi badan[1,4].”

“Sebagai silent disease, osteoporosis perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan patah tulang dengan dampak serius. Penanganannya bergantung pada lokasi dan kondisi patah tulang. Untuk patah tulang panggul umumnya memerlukan operasi untuk memperbaiki atau mengganti bagian tulang yang patah, dan tindakan dianjurkan dilakukan sedini mungkin setelah kondisi pasien dinilai sudah memungkinkan. Pada patah tulang pergelangan tangan, operasi dapat dipertimbangkan jika posisi tulang bergeser atau tidak stabil. Sementara itu, patah tulang belakang umumnya dapat ditangani tanpa operasi terlebih dahulu, meskipun tindakan tertentu dapat diperlukan jika nyeri berat menetap atau terdapat gangguan saraf. Gejala seperti kelemahan atau mati rasa pada tungkai maupun gangguan buang air kecil atau besar memerlukan evaluasi medis segera. Kabar baiknya, tidak semua patah tulang memerlukan operasi, namun pilihan penanganan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan dikonsultasikan segera ke dokter,“ tambah dr. Wijaya.

Pencegahan dan penanganan osteoporosis tidak hanya mengandalkan pengobatan, tetapi juga perlu didukung oleh perubahan gaya hidup, termasuk aktivitas fisik yang memberikan pembebanan pada tulang secara aman [1,5].

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Aktivitas Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Bernadette Laura, Sp.KO mengatakan, “Aktivitas fisik yang memberikan beban pada tulang dapat merangsang proses pembentukan dan pembaruan tulang, sehingga membantu menjaga kekuatan dan kepadatan tulang. Olahraga juga membantu memperkuat otot, menjaga keseimbangan tubuh, dan mengurangi risiko jatuh yang dapat menyebabkan patah tulang[1,5]. Jenis latihan yang dapat dilakukan antara lain weight-bearing exercise, seperti berjalan dan naik tangga, serta latihan beban). Selain itu penting untuk mengombinasikan olahraga fleksibilitas untuk mencegah risiko jatuh. Bagi pasien osteoporosis, latihan juga harus tetap dilakukan, tetapi jenis dan intensitasnya harus disesuaikan dengan kondisi pasien serta dilakukan secara aman dan terstruktur karena risiko patah tulangnya lebih tinggi.”[1,5] 

Executive Director Siloam Hospitals TB Simatupang, Mada Shinta Dewi, menjelaskan, “Tema Hari Osteoporosis Sedunia 2026 adalah “Build, Protect, Strengthen Your Bones for Life”, mengingatkan kita bahwa kesehatan tulang perlu dijaga sepanjang hidup. Di Siloam Hospitals TB Simatupang, penanganan kesehatan tulang didukung oleh dokter Spesialis Kesehatan Olahraga dan 11 Spesialis Ortopedi dan Traumatologi yang komprehensif, meliputi ortopedi umum, subspesialisasi panggul dan lutut, tulang belakang, tangan, lengan, bedah mikro, kaki dan pergelangan kaki, serta bahu dan siku. Kami juga memiliki pengalaman menangani osteoporosis dan trauma melalui berbagai prosedur, didukung layanan emergency dan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi yang siaga 24 jam untuk kondisi darurat, serta pemeriksaan radiologi seperti CT scan 512 Slices dan MRI 3 Tesla untuk menunjang diagnosis. Selain itu, layanan kami juga didukung oleh multidisiplin seperti Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi serta Anestesi dimana kolaborasi keahlian dokter dan fasilitas penunjang ini penting agar setiap pasien dapat menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat sesuai kondisi medisnya, sehingga pasien dan keluarga lebih yakin dalam mengambil keputusan perawatan.”

Ke depan, Siloam Hospitals TB Simatupang akan terus memperkuat edukasi mengenai pencegahan dan deteksi dini osteoporosis, serta mengembangkan layanan kesehatan tulang yang komprehensif melalui kolaborasi multidisiplin. Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat agar mereka semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan tulang dan mengambil langkah yang tepat untuk mencegah risiko osteoporosis.

Kunjungi IG, Youtube dan TikTok: @siloamtbsimatupangofficial untuk informasi edukatif mengenai kesehatan lainnya.

banner 336x280
Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.