Viral Owner Food Truck Curhat Kena Pungli di Alkid Jogja Sampai Jutaan

by -13 Views
image
banner 468x60
image

Jogja

Rekaman video berisi keluh-kesah pemilik restoran yang membuka food truck di Alun-alun Kidul (Alkid) Jogja viral di media sosial. Pemilik food truck tersebut mengaku kena pungli hingga jutaan rupiah.

banner 336x280

Dalam video yang diunggah pemilik akun TikTok @dyahfardisa menjelaskan dirinya sedianya membuka food truck di Alun-alun Kidul tanggal 16-20 September 2026. Namun, baru sehari jualan dia memilih berhenti karena tak kuat dengan banyaknya pungli dari berbagai pihak meski sudah mengantongi izin resmi dari keraton Jogja.

Tak pikir rampung wes di situ aja, ternyata ora e ges, punglinya banyak, opo disebut nek ora pungli. Kita bayar parkir Rp 1 juta per hari, total Rp 5 juta, itu aja sudah nego tadinya tukang parkir minta sehari Rp 2,5 juta, total Rp 12,5 juta, ini parkir trucknya ya,” paparnya dalam unggahan tersebut, dikutip detikJogja, Sabtu (19/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain uang parkiran, ia juga mengaku diminta menyediakan makan untuk preman dan polisi yang berjaga. Pemilik restoran ini juga mengaku harus merogoh kocek lagi untuk mendapatkan akses listrik.

“Kita ada kebutuhan nyolokin listrik, bikin nasi segala macam, di situ gak dikasih. Katanya, kalau nyolokin listrik ada tambahan biaya lagi,” sambungnya.


ADVERTISEMENT

Pihak Keraton melalui Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, GKR Condrokirono, membenarkan pihaknya telah memberikan izin untuk kegiatan tersebut. Adapun mengenai adanya permintaan pembayaran parkir dan lain-lain yang disampaikan Dyah, GKR Condrokirono juga memastikan hal tersebut bukan merupakan pungutan resmi yang ditetapkan Keraton Jogja.

“Terkait kemudian adanya pembayaran parkir serta permintaan lain yang disampaikan oleh yang bersangkutan melalui media sosial, perlu kami tegaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan bagian dari proses perizinan maupun pungutan yang ditetapkan oleh pihak Keraton Yogyakarta,” kata GKR Condrokirono.

Pihak Keraton Jogja pun menyayangkan kejadian yang dialami pemilik usaha tersebut dan berharap agar peristiwa tersebut ditindaklanjuti oleh aparat yang berwenang.

Sementara itu, Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan menjelaskan Kapolresta Jogja telah memberi instruksi langsung untuk mengusut kejadian ini. Baik terkait dugaan pungli parkir hingga adanya anggota polisi yang disebut meminta jatah makan.

“Saat ini Unit Reskrim dan fungsi Propam sudah turun ke lapangan untuk melakukan pendalaman dan verifikasi secara menyeluruh, dan saat ini prosesnya sedang berjalan,” jelas Dani saat ditemui di Mapolsek Gondomanan, hari ini.

“Jika nanti ditemukan adanya pelanggaran hukum atau pelanggaran SOP dari anggota, akan kita tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Jogja, Imanudin Aziz menegaskan pungutan terkait tarif parkir food truck yang dikeluhkan itu termasuk pungli.

“Kami tidak menerbitkan izin di sana untuk juru parkir. Nah ketika kemudian ada food truck yang ada di sana, yang jelas itu pun tidak ada izin dari kami. Nah ketika kemudian ada aduan dari pengelola food truck gitu terkait dengan pungutan liar ataupun parkir, itu memang ya itu pungutan liar,” tegas Aziz saat dihubungi detikJogja lewat telepon, hari ini.

Baca selengkapnya di sini.

(mea/dhn)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.