UMY Raih Peringkat 12 Nasional UI GreenMetric 2026, Ini Sederet Capaiannya

by -15 Views
UMY Tempati Peringkat Ke-12 Nasional dalam UI GreenMetric 2026
banner 468x60

Jakarta

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meraih tiga capaian dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026. UMY menempati peringkat ke-12 secara nasional, peringkat pertama kategori Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), dan peringkat kedua kategori Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

banner 336x280

Hasil tersebut diumumkan dalam Penganugerahan UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 yang berlangsung di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (15/9/2026).

Capaian tersebut menjadi salah satu hasil dari strategi keberlanjutan yang mulai disusun UMY secara sistematis sejak 2025. Strategi itu mencakup pemetaan kondisi awal, penguatan kelembagaan, standardisasi program, serta integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam tata kelola universitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Rektor UMY Bidang Sumber Daya Dyah Mutiarin menilai capaian tersebut mencerminkan keseriusan UMY dalam membangun tata kelola kampus berkelanjutan.

“Ketika bersaing dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia, hasilnya menunjukkan bahwa perspektif keberlanjutan mulai terintegrasi dalam tata kelola kampus,” ujar Dyah dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2026).


ADVERTISEMENT

Peta Jalan Keberlanjutan hingga 2029

Capaian tahun ini merupakan bagian dari peta jalan keberlanjutan lima tahun yang disusun UMY sejak 2025. Pada tahap awal, UMY melakukan audit dan pemetaan kondisi dasar terhadap berbagai indikator penilaian keberlanjutan kampus.

Pada 2026, UMY memperkuat Sustainability Center untuk mengimplementasikan dan menstandarkan program keberlanjutan di berbagai bidang. Penguatan tersebut diharapkan dapat membuat program yang sebelumnya tersebar di sejumlah unit menjadi lebih terarah, terukur, dan terintegrasi.

“Tahap berikutnya direncanakan berlangsung hingga 2029. Akselerasi dan inovasi akan dilakukan pada 2027, dilanjutkan dengan integrasi dampak keberlanjutan pada 2028, hingga mencapai target pengakuan global pada 2029,” jelas Dyah.

Peta jalan tersebut menunjukkan capaian pemeringkatan tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir. UMY ingin menjadikan pemeringkatan sebagai instrumen evaluasi untuk mengukur perkembangan kebijakan dan implementasi keberlanjutan di lingkungan kampus.

Ia menjelaskan capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai bidang dan unit kerja di UMY. Menurutnya, pelaksanaan strategi keberlanjutan tidak dapat dibebankan kepada satu unit karena mencakup pengelolaan sumber daya, infrastruktur, pendidikan, penelitian, tata kelola, dan teknologi.

Akselerasi serta inovasi program keberlanjutan akan terus dikoordinasikan bersama Badan Perencanaan dan Reputasi Global (BPRG), Bidang Sumber Daya, Bidang Infrastruktur, serta unit-unit lain di lingkungan UMY.

Solar Panel hingga Rumah Sampah Mandiri

UMY Tempati Peringkat Ke-12 Nasional dalam UI GreenMetric 2026Foto: UMY

Di sisi infrastruktur fisik, sejumlah transformasi menjadi wajah nyata capaian UMY. Solar panel di gedung-gedung baru, seribu titik biopori di kawasan parkir, hingga rumah sampah yang mengolah limbah tanpa menyisakan buangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dibangun secara bertahap sebagai fondasi menuju kampus yang benar-benar berkelanjutan.

“Dalam gedung-gedung yang baru itu nanti akan menggunakan solar panel, jadi sudah tidak berbasis listrik konvensional,” kata Dyah Mutiarin.

Selain solar panel pada bangunan baru, UMY juga rutin melakukan audit energi di setiap unit kerja. Audit ini bertujuan mengidentifikasi unit yang menggunakan energi secara berlebihan agar dapat segera dilakukan efisiensi.

Untuk menjaga daya resap air, UMY telah menanam 1.000 titik biopori di area parkir seluruh gedung kampus. Program ini berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan pohon dan area vegetasi yang ada di lingkungan kampus.

Di sisi pengelolaan sampah, ia mengklaim UMY sudah tidak lagi bergantung pada TPA. Sampah organik maupun anorganik diolah secara mandiri melalui fasilitas yang disebut rumah sampah.

“Kita sudah melakukan pengelolaan sampah secara mandiri dan tidak tergantung pada TPA lagi. Tidak ada lagi sampah yang dibuang ke TPA, karena kita sudah punya rumah sampah yang menghasilkan kompos,” tuturnya.

Selain rumah sampah, UMY tengah membangun lahan integrated farming di kawasan Ngrame, Kasihan, yang nantinya berfungsi mengelola sampah plastik maupun organik secara terpadu. Menurutnya, UMY bahkan tengah merancang teknologi untuk mengubah sampah organik menjadi sumber listrik skala kecil, misalnya untuk mengisi daya ponsel.

Pengelolaan air pun turut menjadi perhatian. Air bekas wudhu di masjid kampus dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman, sementara sebagian kebutuhan penyiraman lainnya memakai air dari telaga buatan di lingkungan kampus.

Fondasi Non-Fisik: Kelembagaan, Kurikulum, dan Identitas

Selain infrastruktur fisik, penguatan kelembagaan, integrasi kurikulum, dan penegasan identitas institusi menjadi tiga fondasi non-fisik di balik capaian UMY. Ketiga aspek ini berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur fisik yang selama ini menjadi wajah paling terlihat dari transformasi kampus berkelanjutan UMY.

Dyah menjelaskan penguatan kelembagaan diwujudkan lewat Sustainability Center, yang dibentuk untuk memperkuat implementasi dan standardisasi program keberlanjutan di seluruh unit kampus.

“Sustainability Center ini kita bentuk bersama dengan Badan Perencanaan dan Reputasi Global atau BPRG, kemudian juga bidang sumber daya, dan bidang infrastruktur. Kita melakukan penguatan implementasi serta merumuskan standarisasi,” imbuh Dyah.

Menurutnya, keberadaan lembaga ini penting agar seluruh unit kerja memiliki pemahaman yang sama, mulai dari cara mengurangi sampah hingga penguatan pengurangan emisi karbon di lingkungan kampus.

Dari sisi akademik, ia menyebut prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) telah mulai diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di UMY. Ia menilai langkah ini penting agar kesadaran keberlanjutan tertanam dalam proses belajar-mengajar.

“Sistem ini memang perlu dikelola secara khusus untuk mendukung SDGs. Bagaimana SDGs ini mampu ditekankan di dalam kurikulum, juga mampu untuk menghasilkan riset-riset yang berdampak,” ujar Dyah.

Selain kelembagaan dan kurikulum, UMY turut menegaskan identitasnya sebagai kampus yang memadukan nilai keislaman dengan prinsip keberlanjutan. Arin menyebut istilah “Islamic Green Campus” sebagai gambaran arah besar yang ingin dibangun UMY ke depan.

“Islamic Green Campus itu mampu untuk mengintegrasikan antara nilai-nilai islami dengan nilai-nilai keberlanjutan,” lanjutnya.

Salah satu wujud konkret integrasi tersebut tampak dari cara UMY memanfaatkan air bekas ibadah wudhu di masjid kampus, yang dialirkan kembali untuk menyiram tanaman di lingkungan kampus.

Tantangan Tata Kelola dan Digitalisasi

Di balik capaian tersebut, Dyah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan. Salah satunya adalah pemenuhan kriteria tata kelola dan digitalisasi yang mulai diterapkan dalam penilaian UI GreenMetric 2026.

UI GreenMetric kini menggunakan 60 indikator yang terbagi dalam tujuh kriteria, yaitu penataan ruang dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, pengelolaan air, transportasi, pendidikan dan riset, serta tata kelola dan digitalisasi.

“Tata kelola dan digitalisasi yang dikembangkan UMY harus menjadi penopang agar universitas dapat bekerja lebih efisien. Data, sistem, dan aplikasi yang dimiliki juga harus saling terhubung,” kata Dyah.

Capaian nasional ini menjadi modal bagi UMY menjelang pengumuman UI GreenMetric World University Rankings 2026. Pengumuman peringkat dunia dijadwalkan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan UI GreenMetric pada 23-25 September 2026 di Baku, Azerbaijan.

“Kami optimistis posisi UMY di tingkat global dapat semakin diperhitungkan oleh berbagai universitas di dunia,” pungkasnya.

(anl/ega)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.