Tim Medis Ungkap Isi Semprotan Oranye Saat Demo Gramedia: Air Campur Mylanta, Bukan Cairan Merica

by -34 Views
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Tim medis yang bertugas dalam aksi unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia, Yogyakarta, membeberkan isi tabung semprotan berwarna oranye yang sebelumnya disebut Polda DIY sebagai cairan merica. Tim medis memastikan cairan dalam semprotan tersebut hanya berupa campuran air dan larutan Mylanta.

Penjelasan itu disampaikan Tim Relawan Medis UGM, inisial A, dalam konferensi pers di Bundaran UGM, Kamis (3/9/2026). Campuran air dan Mylanta tersebut digunakan tim medis lapangan untuk membantu mengurangi rasa perih pada mata setelah terpapar gas air mata.

banner 336x280

“Isinya tidak lebih dari air dan larutan Mylanta yang dicampur. Jadi airnya ini diisi ketika di dekat posko medis ada sumber air, dan dicampur dengan Mylanta karena itu sejauh ini, di beberapa aksi sebelumnya itu cukup terbukti bisa membantu sementara efek perih dari gas air mata atau mungkin dari partikel pepper spray juga,” katanya, Kamis.

Sementara tim medis lainnya, Dipa menyebut dalam aksi tersebut tim gabungan Paramedis Jalanan dan Relawan Medis UGM membawa sekitar tiga tabung semprotan berwarna oranye. Selain dua tabung berukuran serupa, terdapat satu tabung dengan ukuran lebih besar. Sekitar delapan relawan medis juga bergantian bertugas hingga malam hari.

Dia bahkan menyebut air yang digunakan untuk membuat larutan tersebut diambil dari sumber air di sekitar posko medis. Tim medis, lanjutnya, mengisi air di kamar mandi UII Cik Di Tiro sebelum mencampurkannya dengan Mylanta.

“Kami mengisi airnya di kamar mandi UII Cik Di Tiro, kalau ingin memastikan cerita kami kalau kami benar bisa tanya ke satpam UII Cik Di Tiro yang melihat kami mengisi air ini, ngaduk, dan mempersiapkan ini,” ucapnya.

Dipa bahkan menunjukkan bahwa cairan dalam semprotan tersebut aman ketika digunakan pada mata. Dia menyebut, karakteristik tabung oranye itu tidak sesuai jika digunakan untuk menyemprotkan cairan merica. Alat tersebut harus dipompa terlebih dahulu dan menghasilkan semprotan yang tidak terlalu agresif.

“Cara kerjanya harus ditekan seperti ini, lalu dipompa. Kemudian semprotannya dia tidak terlalu agresif, tidak cocok untuk semprotan merica dan harus (disemprot) jarak dekat,” ujarnya.

Adapun tudingan semprotan oranye berisi cairan merica sebelumnya muncul usai adanya unggahan video bertajuk “Fakta di Lapangan: Temuan Cairan Merica dan Penanganan Personel” di akun resmi Polda DIY. Maul, salah satu peserta aksi yang terlihat dalam unggahan Polda DIY, mengatakan dirinya sempat didatangi aparat kepolisian.

Saat itu, seorang relawan medis disebut dituduh membawa sprayer berisi cairan merica. Maul kemudian mengambil semprotan tersebut dan menjelaskan kepada polisi bahwa alat itu merupakan perlengkapan tim medis untuk membantu menangani peserta aksi yang terkena paparan zat iritan.

“Pada saat (aksi berlangsung -Red) itu saya mengerti bahwasanya ini (semprotan tabung oranye -Red) adalah alat medis untuk menetralisir dari pepper spray tersebut, maka saya mengambil alat tersebut dan bilang ini punya medis,” ungkapnya.

Dia menyayangkan video yang kemudian diunggah Polda DIY karena menurutnya bagian ketika dirinya memberikan penjelasan kepada polisi tidak terdengar. Padahal, setelah itu dia mengaku langsung membantu massa yang terkena semprotan merica menggunakan alat tersebut.

“Sayangnya, pada postingan Polda DIY, suara dari video itu dikecilkan atau malah dihilangkan,” ucapnya.

“Padahal aslinya, terdapat video lanjutan bahwasanya saya membantu rekan-rekan masa yang terkena pepper spray dengan menggunakan alat ini, alat penetralisir dari pepper spray ini,” imbuhnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.