
Perajin Apul (38) menunjukkan wayang upscycle di Bank Sampah Pa-Q-One, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta, Kamis (6/8/2026). Botol plastik bekas minuman diolah menjadi tokoh wayang melalui proses pemotongan, pembentukan, pewarnaan, hingga perakitan secara manual. (FOTO : ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Apul (38) menyelesaikan pembuatan wayang upscycle di Bank Sampah Pa-Q-One. Wayang upcycle tersebut menjadi contoh pemanfaatan limbah plastik menjadi produk kreatif yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi. (FOTO : ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Setiap karya dijual dengan harga mulai Rp125 ribu per buah, bergantung pada ukuran, tingkat kerumitan, dan karakter wayang yang dibuat. Karya Apul telah menembus pasar nasional dan diminati sebagai produk kerajinan, suvenir, hingga koleksi seni berbasis daur ulang. (FOTO : ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Di tangan Apul, botol plastik bekas tidak lagi berakhir sebagai limbah. Melalui sentuhan kreativitas, sampah plastik diolah menjadi wayang upcycle bernilai seni yang tidak hanya memperpanjang usia pakai material, tetapi juga membuka peluang ekonomi. Karya yang lahir dari Bank Sampah Pa-Q-One, Yogyakarta, itu kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
sumber : Antara Foto
















