Solana Bersiap Menembus US$125, SOL Punya Peluang Reli di Oktober

by -73 Views
Public
banner 468x60

Jakarta, 7 Oktober 2026 — Harga Solana (SOL) memasuki Oktober dengan momentum pemulihan setelah mencatat kenaikan signifikan dalam dua bulan terakhir. SOL saat ini bergerak di sekitar US$121, dengan level US$124–125 menjadi area resistensi penting yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

Selain faktor teknikal, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan upgrade Alpenglow yang diproyeksikan meningkatkan kecepatan finalitas transaksi Solana secara signifikan. Kombinasi antara peningkatan fundamental jaringan, perkembangan ekosistem, dan kondisi teknikal menjadi sejumlah faktor yang berpotensi menentukan arah SOL sepanjang Oktober.

banner 336x280

Berdasarkan data pasar yang dirangkum FLOQ pada 7 Oktober 2026, SOL diperdagangkan di sekitar US$121,27, naik sekitar 1,6% dalam 24 jam, meski masih terkoreksi sekitar 2,5% dalam periode tujuh hari. Kapitalisasi pasar Solana berada di kisaran US$71,3 miliar dengan volume perdagangan 24 jam sekitar US$1,7 miliar.

Pergerakan tersebut melanjutkan kinerja positif Solana dalam dua bulan sebelumnya. Kripto SOL mencatat kenaikan sekitar 41,5% pada Agustus dan kembali menguat sekitar 14,6% pada September. Pada akhir September, SOL sempat bergerak di atas US$124 sebelum kembali terkoreksi ke area US$117–119.

US$125 Jadi Level Kunci SOL

Dari sisi teknikal, area US$124–125 menjadi level yang perlu diperhatikan pasar. SOL sebelumnya telah beberapa kali mendekati area tersebut, namun belum mampu mempertahankan breakout secara berkelanjutan.

Jika SOL mampu menembus US$124–125 dan menjadikan area tersebut sebagai support baru, peluang kenaikan menuju US$130 hingga US$148 terbuka secara teknikal. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum dapat membuat SOL kembali menguji support di sekitar US$117.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan SOL pada Oktober akan sangat bergantung pada kemampuan pasar mempertahankan momentum sekaligus merespons perkembangan fundamental jaringan Solana.

“Solana memasuki Oktober dengan momentum yang cukup menarik setelah mencatat kenaikan dalam dua bulan sebelumnya. Secara teknikal, area US$124–125 menjadi level penting karena breakout yang disertai volume dan mampu bertahan di atas area tersebut dapat memperkuat momentum bullish. Namun, investor tetap perlu melihatnya secara seimbang karena support di sekitar US$117 juga menjadi level penting untuk menjaga struktur pemulihan,” kata Yudho.

Menurut Yudho, perkembangan teknologi jaringan juga dapat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar, terutama ketika sentimen terhadap aset kripto mulai kembali menguat.

“Dari sisi fundamental, Alpenglow menjadi salah satu perkembangan yang menarik untuk diperhatikan karena peningkatan finalitas dan efisiensi jaringan dapat memperkuat daya saing Solana untuk berbagai use case. Meski demikian, dampaknya terhadap harga SOL tidak bersifat otomatis. Pasar tetap akan melihat implementasi di mainnet, pertumbuhan aktivitas jaringan, arus modal, serta kondisi makro secara keseluruhan,” tambah Yudho.

Alpenglow Jadi Katalis Baru Solana

Salah satu perkembangan utama yang menjadi perhatian pada Oktober adalah upgrade Alpenglow. Upgrade tersebut dirancang sebagai pengganti sistem konsensus TowerBFT dan menargetkan penurunan waktu finalitas dari sekitar 12,8 detik menjadi sekitar 150 milidetik.

Alpenglow saat ini telah memasuki tahap pengujian di devnet dan testnet Solana. Namun, aktivasi mainnet belum memiliki tanggal yang dikonfirmasi. Karena itu, target finalitas sekitar 150 milidetik masih perlu dipandang sebagai target teknologi dan bukan sebagai ukuran kinerja mainnet yang telah terealisasi.

Jika berhasil diterapkan, peningkatan tersebut berpotensi memperkuat kemampuan Solana dalam menangani transaksi dengan kebutuhan finalitas cepat. Hal ini relevan dengan semakin luasnya penggunaan blockchain untuk aplikasi keuangan, perdagangan aset digital, hingga tokenisasi aset dunia nyata.

Perkembangan ekosistem tokenisasi juga menjadi faktor yang menarik untuk diperhatikan. Solana telah mengembangkan sejumlah inisiatif terkait aset dunia nyata dan tokenisasi institusional, termasuk Project Harmonia yang menghubungkan distribusi dana Allfunds dengan dana yang ditokenisasi di jaringan Solana.

Meski demikian, perkembangan tersebut belum dapat diterjemahkan secara langsung sebagai peningkatan permintaan terhadap SOL. Dampak terhadap harga token tetap bergantung pada tingkat adopsi, aktivitas jaringan, serta kondisi pasar secara keseluruhan.

Arus Masuk ETF Solana Melambat

Di sisi lain, minat institusional terhadap Solana melalui produk ETF menunjukkan perlambatan memasuki Oktober.

Data yang dirujuk dari Farside Investors menunjukkan ETF Solana di Amerika Serikat hanya mencatat sekitar US$800.000 arus masuk bersih sepanjang periode 28 September hingga 2 Oktober. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan sekitar US$188,1 juta arus masuk pada periode 21–25 September.

Perlambatan arus dana ETF menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat menunjukkan bahwa permintaan institusional jangka pendek belum sekuat periode sebelumnya.

Namun secara kumulatif, arus dana ETF Solana tetap berada pada level yang signifikan. Data Farside menunjukkan total arus masuk ETF Solana telah mencapai sekitar US$1,6 miliar.

Menurut Yudhono, pergerakan arus dana tersebut perlu dilihat bersama dengan indikator pasar lainnya, bukan sebagai satu-satunya penentu arah harga.

“Arus ETF memang menjadi indikator penting untuk melihat permintaan institusional, tetapi sebaiknya tidak dibaca secara terpisah. Jika arus masuk kembali konsisten dan pada saat yang sama SOL mampu menembus resistance US$124–125, kombinasi keduanya dapat menjadi sinyal yang lebih kuat terhadap keberlanjutan pemulihan,” kata Yudhono.

Tiga Skenario Harga SOL pada Oktober

Dengan kondisi saat ini, pergerakan SOL pada Oktober setidaknya dapat dilihat melalui tiga skenario.

Pertama, skenario bullish. SOL mampu mempertahankan support US$117 dan menembus US$124–125. Jika breakout tersebut terkonfirmasi dan area US$125 berubah menjadi support, SOL berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$130, kemudian US$140 hingga area US$148.

Kedua, skenario sideways. SOL gagal menembus US$124–125, tetapi masih mampu mempertahankan area support US$109–117. Dalam kondisi ini, SOL berpotensi bergerak dalam rentang US$109–125 sambil menunggu katalis baru.

Ketiga, skenario bearish. SOL kehilangan support US$109 dan tidak mampu segera merebut kembali level tersebut. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko koreksi menuju area US$95–109, dengan US$95 menjadi salah satu level support berikutnya yang perlu diperhatikan.

Yudhono menambahkan bahwa volatilitas tetap menjadi bagian penting dari pasar aset kripto sehingga level teknikal sebaiknya digunakan sebagai acuan untuk membaca skenario, bukan sebagai kepastian arah harga.

“Oktober masih memiliki sejumlah katalis untuk Solana, mulai dari perkembangan Alpenglow hingga aktivitas ekosistem dan arus dana institusional. Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas. Breakout di atas US$125 akan menjadi konfirmasi yang lebih menarik dibandingkan sekadar pergerakan intraday, sementara kehilangan support utama dapat mengubah struktur pasar dalam waktu cepat,” ujar Yudhono.

Dengan demikian, area US$124–125 menjadi salah satu level yang paling menentukan bagi pergerakan SOL pada Oktober. Di atas level tersebut, peluang menuju US$130 hingga US$148 semakin terbuka secara teknikal. Sementara itu, bertahannya SOL di atas US$117 akan menjadi indikator penting untuk menjaga struktur pemulihan yang terbentuk sejak Agustus.

Di tengah perkembangan Alpenglow dan ekspansi ekosistem Solana, pasar masih akan mencermati apakah katalis fundamental tersebut mampu diterjemahkan menjadi peningkatan aktivitas dan permintaan yang berkelanjutan terhadap SOL.

banner 336x280
Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.