
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA– Sebanyak 16 siswa dari Australia mengunjungi Rumah Baca Komunitas (RBK) Yogyakarta dalam rangkaian program pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia, Selasa (29/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan mereka selama 10 hari di Yogyakarta.
Para siswa berasal dari Canning Vale College dan Duncraig Senior High School, Western Australia. Mereka didampingi empat guru dan staf Adonta Education. Program tersebut merupakan bagian dari school excursion bagi siswa yang memilih Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah.
Di RBK, para siswa mengikuti kegiatan pertukaran budaya bersama anak-anak Indonesia. Mereka terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari mendongeng, pembacaan puisi, hingga permainan tradisional seperti cublak-cublak suweng, egrang batok, engklek, dan bakiak.
Salah satu siswa, Rakhti (17), mengaku antusias ketika mengetahui dirinya akan berkunjung ke Indonesia. Ia mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal budaya baru sekaligus bertemu dengan orang-orang baru.
“Aku merasa bersemangat untuk mengalami budaya baru dan bertemu dengan banyak orang baru,” kata Rakhti.
Hal senada disampaikan Licia (17). Ia mengaku senang dapat datang ke Indonesia karena selama di Australia dirinya mempelajari bahasa Indonesia.
“Saya juga merasa senang untuk pergi ke Indonesia karena saya suka belajar tentang budaya dan bahasa Indonesia, karena di Australia saya belajar bahasa Indonesia,” ujarnya.
Selain belajar bahasa, para siswa juga mendapat kesempatan mengenal permainan tradisional Indonesia secara langsung. Rakti mengaku paling menyukai permainan egrang batok kelapa, sedangkan Lisha menyukai permainan engklek.
Guru Bahasa Indonesia di Australia, Sally, mengatakan kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi para siswa untuk menggunakan bahasa Indonesia secara langsung di negara tempat bahasa itu digunakan.
“Ini adalah peluang yang sangat baik bagi pelajar kami untuk datang ke negara bahasa yang mereka belajar,” kata Sally.
Menurut dia, pengalaman tersebut juga memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan masyarakat Indonesia sekaligus mengenal berbagai aktivitas budaya. Di sekolah, ia juga berupaya mengenalkan budaya Indonesia kepada siswanya, termasuk batik dan gamelan.
Gracelly berharap pengalaman selama di Indonesia dapat membuat para siswa tidak takut melakukan kesalahan ketika menggunakan bahasa Indonesia.
“Saya ingin pelajar saya ingat bahwa bahkan jika Anda akan membuat kesalahan dalam bahasa, Anda harus terus mencoba dan terus berlatih,” ujarnya.
Sementara itu, pegiat RBK, Toyiz Zaman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi antara anak-anak Indonesia dan siswa Australia. Selain bertukar budaya, para peserta juga dapat mempraktikkan kemampuan bahasa yang mereka pelajari.
“Inti dari kegiatan ini kolaborasi antarbudaya, baik budaya Indonesia ataupun Australia,” kata Toyiz.
Ia mengatakan anak-anak dari kedua negara terlihat aktif berinteraksi selama kegiatan. Siswa Australia dapat belajar bahasa Indonesia, sementara anak-anak Indonesia mendapat kesempatan mempraktikkan bahasa Inggris melalui percakapan langsung.
Menurut Toyiz, RBK dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan karena memiliki lingkungan yang mendukung kegiatan literasi dan kolaborasi komunitas. RBK juga aktif menjalankan kegiatan literasi, advokasi, diskusi, dan kolaborasi.
Kunjungan ke RBK merupakan salah satu rangkaian perjalanan siswa Australia di Yogyakarta. Sebelumnya, mereka mengunjungi Candi Borobudur untuk mempelajari sejarah dan budaya, Kota Gede untuk mengenal pembuatan perhiasan perak, sekolah alam, serta Universitas Gadjah Mada (UGM).
Selama berada di Yogyakarta, para siswa mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan bahasa, budaya, serta kehidupan masyarakat Indonesia secara langsung.





![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74819 [Aggregator] Downloaded image for imported item #74819](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/foto-bersama-siswa-australia-dan-peserta-kegiatan-pertukaran-literasi_261001131852-858-1-148x111.jpg)



![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74869 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/koordinator-unit-siaga-sar-sleman-basarnas-yogyakarta-dhedi-prasetya_261001204123-868-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74861 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/057835500-1790853202-830-556-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74865 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/i-nyoman-apraz_261001190742-428-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #74855 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/kebakaran-hebat-melanda-supermarket-bangunan-dan-elektronik-trans-home_261001171334-838-148x111.jpg)

