Semarak ASEAN Fun Run, Kemenpora Gaungkan Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar

by -35 Views
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN– ASEAN Fun Run yang menjadi bagian dari rangkaian ASEAN Sports Day (ASD) 2026 berlangsung meriah di Yogyakarta, Ahad (6/9/2026). Ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk komunitas olahraga, penggiat olahraga, serta penyandang disabilitas tunarungu ambil bagian dalam kegiatan lari yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut.

Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Ahmad Arsani mengatakan, pihaknya menggaungkan Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR) di setiap rangkaian acara ASD. masyarakat didorong untuk menjadikan aktivitas fisik dan olahraga sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.

banner 336x280

“Kita punya program Gemar. Tujuannya adalah bagaimana mengajak masyarakat untuk bergerak, berolahraga secara rutin paling tidak misalnya seminggu sekali. Dengan apa? Dengan memanfaatkan ruang terbuka, dengan biaya yang sangat murah, bisa dihadiri oleh siapa saja, bisa dijangkau oleh masyarakat lapisan apa saja. Kita memanfaatkan yang namanya Car Free Day,” kata Arsani saat diwawancara setelah flag off  acara ASEAN Fun Run di Loman Park Hotel Yogyakarta, Ahad (6/9/2026).

Menurut dia, keterbatasan fasilitas olahraga tidak semestinya menjadi alasan masyarakat untuk tidak aktif bergerak. Karena itu, Kemenpora mendorong pemanfaatan ruang-ruang publik yang mudah dijangkau dan tidak membutuhkan biaya besar untuk berolahraga. Salah satunya melalui pemanfaatan ruang pada kegiatan Car Free Day (CFD).

Arsani menyampaikan ruang publik yang sebelumnya digunakan untuk mengurangi aktivitas kendaraan dan emisi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berjalan, berlari, maupun melakukan aktivitas olahraga lainnya. Dia mengingatkan bahwa pemanfaatan ruang publik juga harus mengedepankan prinsip inklusivitas. Artinya, ruang olahraga tidak hanya dapat digunakan masyarakat umum, tetapi juga masyarakat berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.

“Pemanfaatan ruang itu harus bisa dimanfaatkan oleh teman-teman (disabilitas) yang lain,” katanya.

Selain ASEAN Fun Run, rangkaian ASD 2026 di Yogyakarta juga dikolaborasikan dengan sejumlah kegiatan lain, seperti Car Free Day, Tour de Prambanan, serta Training of Trainers (ToT) bagi penggerak olahraga disabilitas. Sebanyak 115 penyandang disabilitas mengikuti kegiatan ToT untuk dipersiapkan menjadi pelatih maupun penggerak olahraga disabilitas.

Arsani mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan masyarakat agar semakin banyak orang mau bergerak dan berolahraga. Dia berharap dukungan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga ruang publik dapat semakin optimal dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas fisik masyarakat.

“Semoga ke depannya dukungan tersebut terus mengalir karena di lain pihak ada juga Kementerian UMKM, Kementerian Kesehatan insyaallah juga akan mendukung dalam kegiatan ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi daerah, termasuk dari sisi ekonomi. Pemkab Sleman berharap berbagai kegiatan internasional seperti ASD dapat terus digelar dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk belajar serta berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah dan negara.

“Insya Allah ini akan memberi manfaat lebih bagi kita, bagi Sleman utamanya nanti harapannya adalah ini juga bisa mendukung rencana kami menjadikan Sleman menjadi kota belajar,” kata Kus.

Menurutnya, dampak ekonomi dari penyelenggaraan ASD sudah terasa sejak acara tersebut digelar. Aktivitas masyarakat dan kunjungan peserta dari luar daerah turut membuat geliat ekonomi di sekitar lokasi kegiatan meningkat. Berdasarkan perkiraan sementara, perputaran ekonomi yang terjadi selama tiga hari pelaksanaan kegiatan mencapai sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 2,5 miliar.

“Dampaknya yang sudah terasa paling tidak ya ekonomi mulai agak bergeliat. Ada gairah ekonomi,” ujarnya.

“Kalau perputaran ekonominya ini untuk sementara karena ini lebih banyak dari lokal dan Jawa, Jawa Tengah utamanya, kurang lebih ada di angka Rp 1 miliarsampai dengan Rp 2 miliar setengah untuk tiga hari ini. Mudah-mudahan nantinya harapan kita semuanya supaya ada ASEAN, kalau memang akan jadi ada ASEAN Marathon, bisa dilaksanakan di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

General Manager Loman Park Hotel Yogyakarta, Handono Suyatno Putro menambahkan, penyelenggaraan ASEAN Sports Day turut memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perhotelan di Yogyakarta. Menurutnya, kegiatan olahraga internasional seperti ASD menjadi bentuk promosi positif bagi Yogyakarta karena olahraga kini menjadi bagian dari rangkaian pariwisata. Kehadiran peserta dan rangkaian kegiatan juga turut mendorong tingkat hunian hotel.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Kemenpora juga dari pemerintah daerah Istimewa Yogyakarta sehingga event ASEAN Sports Day ini luar biasa sebagai selebrasi juga ulang tahun yang apa setiap tahun ya dari ASEAN Sports Day. Jadi kami Loman mendukung dan semoga acara ini terus bisa menginspirasi masyarakat untuk semangat berolahraga dan akhirnya kita semua sehat menjadi masyarakat yang berbudaya dan sehat,” kata Handono.

Respons Peserta Fun Run

Antusiasme peserta mewarnai pelaksanaan ASEAN Fun Run. Salah satu peserta asal India, Akhil Srivastava, mengatakan ASEAN Fun Run menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kegiatan tersebut. Dia mengaku menikmati suasana kegiatan dan berencana kembali berpartisipasi pada pelaksanaan tahun depan.

“Ini kali pertama ikut event ini dan sejauh ini kami mengikutinya dengan enjoy. Saya akan ikut lagi tahun depan,” kata Akhil saat diwawancara Republika.

Peserta lainnya, Ayu, menilai ASEAN Fun Run menjadi kegiatan yang positif sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat Indonesia untuk ikut mendukung semangat kerja sama ASEAN melalui olahraga.

“Acaranya bagus, positif, keren, istimewa tentunya di Yogyakarta. Semoga tahun depan bisa mengadakan lebih meriah dan keren lagi. Ini pertama kali ikut. Saya ingin ikut mendukung ASEAN, sebagai warga negara Indonesia yang masuk dalam ASEAN, ikut mendukung sport,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Sigit. Menurutnya, ASEAN Fun Run bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarnegara ASEAN melalui aktivitas yang melibatkan masyarakat.

Event ini menyenangkan, sebagai pemersatu negara ASEAN, support olahraga,” kata Sigit.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.