RS Sardjito Beralih ke Gas Bumi, Efisiensi Capai 75 Persen

by -6 Views
image
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Peralihan bahan bakar dari biosolar ke gas bumi membuat operasional Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta menjadi lebih efisien. Gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) digunakan untuk kebutuhan mesin ketel uap atau boiler serta kegiatan memasak di dapur rumah sakit.

Teknisi Pemeliharaan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) RSUP Dr. Sardjito, Arismantoro mengatakan, gas bumi digunakan untuk menghasilkan steam dari mesin boiler yang kemudian dimanfaatkan untuk sejumlah kebutuhan rumah sakit.

banner 336x280

“Jadi pemanfaatan gas di RSUP Dr Sardjito ini ada dua, untuk operasional mesin ketel uap atau boiler yang pemanfaatnya diambil hasilnya untuk steam-nya,” ujar Arismantoro di RSUP Dr Sardjito, Sleman, Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).

Arismantoro menjelaskan, steam dari mesin boiler digunakan untuk Central Sterile Supply Department (CSSD), yakni instalasi pusat sterilisasi yang mengelola, mensterilkan, dan mendistribusikan instrumen medis. Steam tersebut juga digunakan untuk mendukung kegiatan laundry rumah sakit.

Selain untuk boiler, gas bumi juga digunakan untuk kebutuhan memasak di dapur rumah sakit. Penggunaan gas tersebut menggantikan biosolar yang sebelumnya digunakan dalam operasional tertentu.

Menurut Arismantoro, peralihan dari biosolar ke gas memberikan efisiensi yang cukup signifikan. Sebelumnya, RSUP Dr. Sardjito menggunakan sekitar 1.000 liter biosolar per hari, sedangkan efisiensi penggunaan gas rata-rata berada di kisaran 75 persen, meski besarannya tetap bergantung pada pola dan intensitas operasional rumah sakit.

“Selama ini kita menggunakan gas itu rata-rata efisiensiinya bisa sekitar 75 persen,” sambung dia.

Selain efisiensi, penggunaan gas juga dinilai memberikan manfaat dari sisi emisi. Arismantoro mengatakan penggunaan gas membuat emisi karbon monoksida (CO) lebih rendah dibandingkan ketika rumah sakit masih menggunakan biosolar.

“Yang jelas untuk pemakaiannya itu kita diuntungkan dengan efisiensi. Kemudian untuk gas buang, gas buang kita otomatis aman dari CO. Jadi emisinya itu kita aman dari CO,” ucapnya.

Saat masih menggunakan biosolar, rumah sakit perlu melakukan penanganan dan pemeliharaan lebih lanjut, terutama berkaitan dengan emisi yang dihasilkan. Dengan penggunaan gas, kebutuhan tersebut dinilai lebih sederhana.

Dari sisi pasokan, Arismantoro mengatakan RSUP Dr. Sardjito sejauh ini tidak mengalami kendala. Pasokan gas berasal dari sentral dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional rumah sakit.

“Keandalanya kita tergantung ketersediaan. Jadi karena supply-nya itu dari sentral, selama ini kita tidak ada kendala. Jadi sesuai dengan kebutuhan kita terpenuhi,” lanjut Arismantoro.

Arismantoro mengatakan keputusan menggunakan gas terutama mempertimbangkan efisiensi operasional. Penggunaan gas juga dinilai sejalan dengan upaya mendukung program pemerintah terkait pemanfaatan gas bumi.

“Ini juga dalam rangka mendukung program pemerintah,” kata Arismantoro.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.