PTPN III Perkenalkan Platform Digital Terintegrasi dalam Forum Inovasi Teknologi Danantara 2026

by -15 Views
Public
banner 468x60

Jakarta – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III, sebagai Holding Perkebunan Nusantara, memperkenalkan inovasi tata kelola teknologi informasi terintegrasi dalam kegiatan Road to Danantara Technology, Innovation and Investment Forum (DTIIF) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10).

Mengusung tema “Shaping the Future of Digital & Financial Innovation in Indonesia” dengan semangat “From Emerging Technology to Investable Growth”, forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong percepatan transformasi digital, pengembangan inovasi teknologi, serta penguatan ekosistem investasi nasional.

banner 336x280

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Divisi Transformasi Digital PTPN III (Persero), Prasetyo Mimboro, memaparkan keberhasilan perusahaan dalam mengembangkan Sistem Penyelenggaraan Teknologi Informasi (PTI), sebuah platform digital terintegrasi yang dirancang untuk memperkuat tata kelola, manajemen risiko, pemantauan kinerja, serta pengukuran dampak implementasi teknologi informasi di seluruh entitas PTPN Group.

Prasetyo menjelaskan bahwa pengembangan platform tersebut menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam memastikan setiap inisiatif transformasi digital dapat dikelola secara terukur, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

“PTPN telah berhasil mengembangkan platform Penyelenggaraan Teknologi Informasi (PTI) yang memungkinkan perusahaan mengukur dampak dari setiap inisiatif transformasi digital. Melalui platform ini, kami tidak hanya melakukan pengukuran dampak, tetapi juga mengintegrasikan seluruh proses penyelenggaraan teknologi informasi di lingkungan korporasi, mulai dari perencanaan, implementasi, pemantauan, hingga evaluasi kinerja,” ujar Prasetyo.

Platform PTI dikembangkan sebagai pusat pengelolaan dan pelaporan teknologi informasi yang mengintegrasikan berbagai aspek, mulai dari perencanaan program kerja, pengelolaan anggaran, pemantauan indikator kinerja, pengukuran tingkat kematangan tata kelola TI, hingga pengawasan keamanan siber dan evaluasi implementasi program digitalisasi.

Melalui sistem tersebut, Holding PTPN III dapat memantau perkembangan dan kinerja transformasi digital di seluruh entitas secara lebih komprehensif melalui dashboard terintegrasi. Sistem ini juga memungkinkan proses pelaporan manajemen dilakukan secara berkala, sekaligus mendukung identifikasi risiko dan pengambilan keputusan berbasis data.

Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan bahwa transformasi digital PTPN Group tidak hanya diarahkan pada pengembangan aplikasi, tetapi juga pada penyelarasan proses bisnis antara Holding, Subholding, dan seluruh entitas operasional perusahaan.

Hal ini sejalan dengan Rencana Strategis Teknologi Informasi (RSTI) PTPN Group periode 2025–2029 yang mengusung arah pengembangan Digital, Sustainability, and Growth, dengan fokus pada penguatan teknologi pertanian atau AgriTech, integrasi sistem, serta pengembangan kapabilitas sumber daya manusia digital.

Dalam roadmap tersebut, PTPN Group telah menetapkan 15 use case transformasi digital yang direncanakan untuk dikembangkan selama lima tahun, dengan tujuh inisiatif prioritas pada periode 2025–2026. Sejumlah inisiatif tersebut mencakup pemantauan kesehatan tanaman (health monitoring), optimalisasi panen (harvest optimization), pemantauan operasional pabrik secara real-time, optimalisasi perencanaan transportasi, serta pengembangan dashboard kinerja operasional kebun dan pabrik.

Selain pengembangan berbagai solusi digital, PTPN Group juga memperkuat enam aspek pendukung teknologi (tech enablers), antara lain pengembangan business cockpit platform, pengelolaan data secara komprehensif, optimalisasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP), pengelolaan aset digital, integrasi layanan berbasis API, serta penguatan keamanan siber.

Transformasi tersebut turut didukung melalui pengembangan Digital Academy sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan sumber daya manusia dalam mengadopsi teknologi serta mendukung implementasi digitalisasi secara berkelanjutan.

Keberhasilan pengembangan platform PTI juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan BUMN lainnya. Platform ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai solusi Software as a Service (SaaS) yang dapat dimanfaatkan dalam memperkuat tata kelola teknologi informasi dan pengukuran dampak transformasi digital secara terintegrasi.

Partisipasi PTPN III dalam forum DTIIF 2026 sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda transformasi BUMN yang didorong Danantara Indonesia, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan proses bisnis yang lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai.

Melalui pengembangan ekosistem digital yang terintegrasi, PTPN III terus memperkuat langkah transformasinya menuju World-Class Smart Agri Company, sekaligus mendukung modernisasi sektor perkebunan nasional serta agenda ketahanan pangan dan energi Indonesia.

banner 336x280
Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.