PTPN Group bersama Satgas Karhutla Kolaborasi Atasi Karhutla

by -21 Views
Public
banner 468x60

Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Indonesia terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo turut mengambil peran dengan menyiagakan personel regu pemadam kebakaran (Damkar) beserta kelengkapan operasionalnya untuk mendukung Satuan Tugas (Satgas) Karhutla di area masyarakat, khususnya di Provinsi Riau dan Kalimantan.

Dalam keterangan tertulisnya Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus dukungan terhadap langkah mitigasi yang digagas oleh pemerintah di masing-masing daerah.

banner 336x280

“Penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan sinergi dari seluruh elemen. Kami berupaya untuk terus mendampingi Satgas di lapangan. Personel dan peralatan yang ada di perusahaan selalu kami siagakan,” ujar Jatmiko, Jumat (25/9/2026).

Sebagai langkah deteksi dini, perusahaan juga memfasilitasi pemantauan titik panas melalui ekosistem digital berbasis GeoPalm Dashboard. Platform ini memanfaatkan data satelit, informasi geospasial, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memetakan potensi karhutla di sekitar area operasional.

“Sistem pemantauan ini berfungsi sebagai salah satu lapis peringatan dini (early warning system). Namun, efektivitas penanganannya tetap sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan koordinasi tim gabungan di lapangan pada saat verifikasi serta eksekusi dilakukan,” tambahnya.

Kolaborasi Pemadaman Terpadu

Dukungan di lapangan diwujudkan melalui pengerahan personel di titik-titik rawan. Di Provinsi Riau, personel pendukung dari PTPN IV PalmCo turut disebar ke Kabupaten Siak, Kampar, dan Indragiri Hulu. Guna menunjang tugas Satgas, tim dibekali peralatan standar pemadaman seperti mesin pompa air berkekuatan 25 horse power (HP), nozzle, hingga armada patroli.

Di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, personel PTPN IV PalmCo bergabung dengan Satgas gabungan dari unsur TNI, Polri dan BPBD. Tim gabungan ini bahu membahu menangani kebakaran lahan gambut milik warga dengan luasan kurang lebih 40 hektare. Setelah memadamkan api utama, tim melanjutkan proses pendinginan secara saksama untuk memastikan tidak ada sisa bara di dalam lapisan gambut. Upaya gabungan serupa juga diimplementasikan saat melokalisasi titik api di area berbukit seluas 4 hektare di wilayah Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu.

Sinergi yang sama juga terjalin di wilayah Kalimantan. Di wilayah ini, tim pemadam kebakaran PTPN IV PalmCo berkolaborasi dengan jajaran TNI, Polri, dan BPBD setempat. Salah satu implementasinya terlihat saat tim gabungan tersebut turun langsung menangani Karhutla di areal masyarakat yang berlokasi di Kabupaten Pelaihari dan Kabupaten Banjar. Koordinasi lintas instansi ini dilakukan secara terukur guna memastikan api dapat segera dilokalisasi sehingga meminimalisasi eskalasi dampak kabut asap.

Guna mendukung kelancaran operasi gabungan di Kalimantan, kesiagaan armada dan prasarana mitigasi terus dioptimalkan.

Saat ini perusahaan telah menyiagakan kelengkapan individu sebanyak 594 unit, kelengkapan regu 48 unit, serta peralatan tangan sebanyak 155 unit. Di samping itu, terdapat pompa air dan kelengkapannya sebanyak 80 unit, sarana komunikasi dan transportasi 80 unit, serta 41 unit prasarana deteksi dini cuaca untuk memantau titik panas.

Mendorong Aspek Pencegahan

Direktur Strategi & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, memaparkan bahwa dukungan perusahaan tidak sebatas pada proses pemadaman saat krisis, tetapi lebih dititikberatkan pada fase prabencana dan pencegahan terpadu.

“Fokus mitigasi kami mencakup penguatan prasarana deteksi dini (AWS/Sistem Pemantauan Cuaca) untuk memetakan risiko, memastikan kelaikan standar sarana penanggulangan bencana, serta melakukan patroli teritorial secara rutin bersama aparat dan instansi terkait,” jelas Ugun.

Langkah preventif ini turut melibatkan partisipasi aktif warga melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG). Program ini mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan pendekatan ekonomi, di antaranya melalui pembangunan infrastruktur tata air untuk menjaga kelembapan lahan gambut, edukasi praktik pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB), serta pendampingan komoditas alternatif penambah nilai ekonomi masyarakat seperti nanas.

“Kecepatan merespons laporan (quick response) menjadi faktor esensial dalam memitigasi bencana ini. Harapannya, dengan sarana penunjang yang memadai serta koordinasi melekat antar-instansi, titik api sedini mungkin bisa diatasi sehingga tidak membawa dampak kerugian yang lebih luas bagi masyarakat dan ekosistem di sekitarnya,” tutup Ugun.

banner 336x280
Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.