Prediksi Harga Minyak Hari Ini: WTI Berpotensi Turun ke US$84,95

by -90 Views
Public
banner 468x60

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak menguat pada perdagangan Rabu (7/10/2026) dan kembali mendekati US$90 per barel. Kenaikan harga minyak terjadi di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat ancaman badai di Teluk Meksiko dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Meski demikian, Dupoin Futures melihat penguatan WTI saat ini masih berpotensi menjadi koreksi dalam tren bearish. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga minyak pada timeframe Daily sebelumnya telah menembus zona support US$89–US$88. Setelah breakout tersebut, WTI kini memasuki fase koreksi naik yang berpotensi menguji area Sell Limit sebelum kembali melanjutkan pelemahan.

banner 336x280

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan struktur teknikal tersebut masih memberikan peluang bagi harga minyak untuk bergerak menuju area support berikutnya.

“WTI telah melakukan breakout pada zona support 89–88 dan saat ini mengalami koreksi naik. Jika koreksi mencapai area Sell Limit dan kembali mendapatkan tekanan jual, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support 86.76–84.95,” ujar Geraldo.

Menurut analisis Dupoin Futures, breakout support US$89–US$88 menjadi sinyal penting karena menunjukkan perubahan struktur harga ke arah bearish. Oleh karena itu, kenaikan WTI setelah breakout belum dapat langsung dianggap sebagai pembalikan tren. Dupoin Futures melihat fase tersebut sebagai koreksi yang perlu dipantau sebelum menentukan arah selanjutnya.

Area Sell Limit menjadi perhatian utama dalam analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures. Jika harga mendapatkan rejection dari area tersebut, peluang seller untuk kembali mendominasi dapat meningkat. Dalam skenario bearish, zona US$86.76–US$84.95 menjadi target support berikutnya.

Dari sisi fundamental, sentimen terhadap minyak saat ini justru memberikan dukungan terhadap harga. Reuters melaporkan WTI naik sekitar 0,92% menjadi US$90,25 per barel pada Rabu pagi. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan akibat badai di Teluk Meksiko serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Ancaman badai menjadi perhatian karena dapat mengganggu aktivitas produksi minyak dan gas di kawasan lepas pantai Amerika Serikat. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pasokan dalam jangka pendek dan memberikan dukungan terhadap harga WTI.

Selain itu, ketegangan di Timur Tengah juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan premi risiko pada harga minyak. Gangguan terhadap fasilitas produksi maupun jalur distribusi energi dapat membuat harga bergerak lebih tinggi secara cepat.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai kondisi fundamental tersebut dapat mendorong rebound WTI, tetapi belum otomatis mengubah struktur teknikal menjadi bullish.

“Risiko gangguan supply memang memberikan katalis positif bagi WTI. Namun, dari sisi teknikal, harga masih berada dalam struktur bearish setelah breakout support 89–88. Karena itu, rebound tetap perlu dilihat sebagai koreksi selama belum terjadi perubahan struktur yang lebih kuat,” jelas Geraldo.

Dupoin Futures juga mencermati perkembangan persediaan minyak Amerika Serikat. Penurunan stok minyak mentah AS memberikan dukungan tambahan terhadap harga karena menunjukkan kondisi supply domestik yang lebih ketat. Reuters melaporkan persediaan crude AS turun lebih dari 2 juta barel.

Di sisi lain, pasar minyak sebelumnya mendapatkan tekanan dari peningkatan ekspor Timur Tengah dan komitmen negara-negara G7 untuk menambah pasokan dari cadangan darurat. Kondisi tersebut sempat meredakan kekhawatiran mengenai keterbatasan supply global dan menjadi faktor bearish bagi WTI.

Dengan demikian, analisis Dupoin Futures menunjukkan adanya dua sentimen yang saling berlawanan. Fundamental memberikan ruang bagi rebound akibat risiko gangguan pasokan, sementara struktur teknikal masih mengarah pada pelemahan.

Berdasarkan analisis Geraldo Kofit, WTI berpotensi menguji area koreksi atau Sell Limit terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan penurunan. Selama harga belum mengubah struktur bearish setelah breakout US$89–US$88, Dupoin Futures melihat zona US$86.76–US$84.95 sebagai area support berikutnya yang patut diperhatikan.

Pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan badai Teluk Meksiko, kondisi persediaan minyak AS, serta ketegangan geopolitik Timur Tengah karena ketiga faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas WTI dan mengubah sentimen pasar dengan cepat.

banner 336x280
Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.