Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.200 Anak Binaan

by -21 Views
Public
banner 468x60

DEPOK, 4 Oktober 2026 – Yayasan Al Qohhar kembali menggelar pertemuan rutin bulanan sekaligus penyerahan santunan kepada anak yatim dan yatim piatu binaan. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Qohhar, Sawangan, Depok, pada Minggu (4/10/2026) dihadiri Pembina Yayasan H. Robert Nitiyudo Wachjo beserta keluarga, Ketua Yayasan Kartono Warigogung, pengurus yayasan, tokoh masyarakat, dan undangan.

Pertemuan dihadiri sekitar 865 anak yatim dan 367 yatim piatu binaan. Agenda tidak hanya penyerahan santunan, tetapi juga tausiah, silaturahmi, serta arena bermain dan hiburan untuk anak-anak.

banner 336x280

Dalam tausiahnya, H. Robert berpesan agar anak-anak senantiasa berdzikir dan bersyukur kepada Allah SWT. Menurutnya, dzikir dan syukur adalah kunci keberkahan hidup sebagai hamba Allah.

“Perhatian kepada anak-anak ini adalah bentuk kecintaan dan upaya meneruskan amanat guru kami,” ujar H. Robert.

Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui santunan bulanan, tetapi juga pendampingan kesehatan hingga tuntas. Salah satunya Wildan, anak binaan yang hampir buta akibat gangguan penglihatan, yang diberangkatkan berobat ke Singapura hingga dapat melihat kembali. Ada pula anak binaan pengidap kanker darah yang sempat lumpuh dan kini berangsur membaik hingga bisa berjalan.

Untuk mendukung layanan kesehatan, Yayasan Al Qohhar menyiapkan dokter berpengalaman, klinik dokter umum dan dokter gigi, kunjungan rutin psikolog dan tenaga medis, serta akses ke rumah sakit spesialis. H. Robert juga merencanakan pembangunan rumah sakit agar penanganan anak-anak binaan lebih efisien.

Ketua Yayasan Al Qohhar, Kartono Warigogung, menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada santunan.

“Dari awal amanatnya memang untuk mengurus anak yatim dan yatim piatu. Jadi bukan hanya soal memberikan santunan. Anak-anak ini punya banyak kebutuhan. Pendidikan, kesehatan, makanan, tempat tinggal, semuanya harus diperhatikan,” kata Kartono.

Yayasan yang berdiri resmi pada 9 Juli 2003 ini bermula dari majelis ta’lim. Setelah guru H. Robert wafat, amanat untuk mengurus yatim dan lansia terus dijalankan. Selama 23 tahun, yayasan berkembang menjadi lembaga sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Saat ini mendampingi lebih dari 1.200 anak binaan.

Bantuan pendidikan meliputi beasiswa, kebutuhan sekolah, renovasi rumah, hingga fasilitas pendukung seperti laptop, handphone, sepeda listrik, dan sepeda motor yang bisa diajukan sesuai kebutuhan. Pembinaan bakat meliputi les Bahasa Inggris, jujutsu, renang, serta kerja sama dengan Universitas Binawan dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Lampung.

Kehadiran yayasan dirasakan personal oleh anak-anak. Anaya Syakira Abimanyu (12), siswi SMP Dharma Karya UT Pamulang, binaan sejak 2024, mengaku merasakan sosok ayah pada diri H. Robert.

“Ayah Robert sangat baik dan benar-benar menjadi sosok ayah bagi kami. Banyak mengajarkan hal-hal positif dan selalu support untuk kehidupan sehari-hari, HP, laptop, sepeda listrik, kasur, bahkan les bahasa Inggris di EF,” ujar Anaya.

Zahra (16), siswi SMAN 10 Depok, dan Mitsuhana Kazuko Minakoshi, siswi SMA Alhasra binaan sejak 2022, juga merasakan hal serupa. Santunan bulanan dan bantuan motor sangat membantu aktivitas sekolah. Mitsuhana kini bercita-cita kuliah di IPB dengan dukungan yayasan.

“Pak Haji ingin anak-anak ini mendapatkan apa yang memang mereka butuhkan. Kalau ada yang sekolah, kita pikirkan sekolahnya. Kalau ada yang sakit, kita pikirkan pengobatannya,” tutup Kartono.

Selain anak yatim, Yayasan Al Qohhar juga rutin menyalurkan sembako untuk lansia.

banner 336x280
Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.