Pertamina SMEXPO regional Yogyakarta 2026 “Wangsul” Pasar Ngasem dan Bawa 47 Lokal jadi Vokal

by -4 Views
image
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA  – PT Pertamina (Persero) bersama Pertamina Foundation resmi membuka Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 di Pasar Ngasem, Yogyakarta, Jumat (2/10). Mengusung semangat “Lokal Jadi Vokal”, kegiatan yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 ini menjadi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk, memperluas akses pasar, membangun jejaring, sekaligus meningkatkan kapasitas usaha.

Pembukaan Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 turut dihadiri Dewan Komisaris dan jajaran manajemen Pertamina, Pertamina Foundation, Pemerintah Kota Yogyakarta, pemerintah daerah sekitar, mitra usaha, serta para pelaku UMKM.

banner 336x280

Tahun ini, sebanyak 47 UMKM berpartisipasi, tidak hanya berasal dari Yogyakarta dan sekitarnya, tetapi juga dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Aceh. Beragam produk ditampilkan, mulai dari kuliner, fashion, kerajinan, hingga produk kreatif berbasis potensi lokal.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan SMEXPO dirancang tidak sekadar sebagai ajang pameran dan penjualan produk, tetapi sebagai ruang untuk membuka akses yang lebih luas bagi UMKM.

“Kita ingin membuka pintu yang lebih luas untuk UMKM. Pintu untuk bertemu pembeli, bertemu mitra, memperluas pasar, membangun jaringan, dan tentu saja semakin percaya diri membawa produknya ke pasar yang lebih besar”, ujarnya.

Menurut Agus, penyelenggaraan SMEXPO di Yogyakarta dalam dua tahun terakhir menunjukkan antusiasme yang kuat. Pada 2024 dan 2025, SMEXPO Yogyakarta mencatat lebih dari 3.000 pengunjung, lebih dari 6.000 produk terjual, serta nilai transaksi lebih dari Rp4 miliar. Yogyakarta juga mendapatkan apresiasi sebagai Best Host City SMEXPO Regional 2025.

“Harapannya, Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 bukan hanya ramai selama acara berlangsung, tetapi juga meninggalkan transaksi, relasi, dan peluang baru bagi para pelaku UMKM,” ujar Agus.

Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 juga menghadirkan business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dari berbagai sektor, antara lain perhotelan, pariwisata, restoran, katering, hingga pemerintahan.

Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), Erry Sugiharto, mengatakan keberadaan SMEXPO merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam mendorong UMKM agar terus tumbuh, berkembang, dan semakin mandiri.

“SMEXPO tidak hanya kita hadirkan sebagai ruang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga sebagai ruang bertemunya UMKM dengan pasar, mitra usaha, dan berbagai peluang pengembangan bisnis,” ujar Erry.

Erry menekankan bahwa keberhasilan SMEXPO tidak semata-mata dilihat dari ramainya kegiatan saat acara berlangsung. Menurutnya, dampak kegiatan perlu terus dikawal setelah event selesai, terutama dalam bentuk pasar baru, mitra baru, serta keberlanjutan pengembangan usaha.

“Event akan berakhir. Tetapi dampaknya harus terus berjalan”, lanjutnya.

Ia juga mendorong para pelaku UMKM untuk menjaga kualitas, terus berinovasi, dan memperluas jejaring agar semangat “Lokal Jadi Vokal” dapat diwujudkan melalui produk lokal yang semakin mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Pertamina SMEXPO yang dinilai memberikan ruang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan mengembangkan usaha.

Penyelenggaraan SMEXPO tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta, bertemakan “Otentik Konkret”, yang menekankan kekuatan potensi lokal sekaligus langkah nyata dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Pembukaan Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 juga diisi dengan talkshow bertajuk “Dua Srikandi” yang membahas peran dan tantangan UMKM dalam memperluas akses pasar serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Talkshow tersebut menghadirkan Komisaris PT Pertamina (Persero) Nanik Sudaryati Deyang dan Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani sebagai narasumber.

Dalam diskusi tersebut, keduanya membahas pentingnya melihat UMKM bukan sekadar sebagai penerima manfaat program, tetapi sebagai pelaku ekonomi yang memiliki kreativitas, kemampuan, dan potensi untuk berkembang. Salah satu hal yang dibutuhkan UMKM adalah ruang dan kesempatan untuk bertemu pasar, buyer, serta membangun jejaring.

Semangat pemberdayaan dalam SMEXPO tahun ini juga disertai kepedulian terhadap UMKM yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana di Sumatera bagian Utara.

Pertamina Foundation menghadirkan produk UMKM binaan Pertamina dari Aceh yang terdampak bencana melalui skema titip jual. Produk-produk tersebut antara lain kopi, madu hutan, keripik, bordir, hingga anyaman pandan.

Agus mengatakan, skema tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk membantu pemulihan UMKM melalui akses pasar.

Melalui kehadiran produk UMKM Aceh di SMEXPO Yogyakarta, masyarakat diajak untuk memberikan dukungan secara langsung dengan mengenal dan membeli produk yang ditawarkan.

Salah satu peserta SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 adalah Kripik Tempe HG, UMKM binaan PFpreneur Pertamina Foundation milik Ita Listiana. Menurut Ita, Pertamina SMEXPO merupakan contoh konkret dalam mendukung UMKM untuk naik kelas, terutama melalui peningkatan akses pasar.

Selain pameran dan business matching, Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan bagi masyarakat, antara lain workshop, talkshow, lomba memasak, aktivitas interaktif UMKM, dan hiburan musik.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.