Perkuat Nilai Islami, UMY Targetkan 100 Persen Mahasiswa Mampu Baca Tulis Alquran

by -47 Views
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menegaskan komitmennya untuk memastikan pendidikan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pemahaman keislaman. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru UMY yang menjadi ruang dialog antara universitas dan keluarga mahasiswa.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Sportorium UMY pada Sabtu (5/9/2026), orang tua mahasiswa berkesempatan menyampaikan harapan dan pertanyaan terkait proses pendidikan, termasuk bagaimana UMY memastikan nilai-nilai Islam diterapkan selama mahasiswa menempuh pendidikan.

banner 336x280

Salah satu orang tua mahasiswa, Siti Barikah dari Bogor, yang anaknya diterima di Program Studi Ekonomi Syariah, menanyakan penerapan nilai-nilai Islami dalam proses pendidikan di UMY. Ia berharap pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya membentuk mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman dan karakter keislaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) UMY, Prof. Faris Al-Fadhat menjelaskan bahwa penguatan nilai keislaman telah dimulai sejak mahasiswa diterima di UMY.

Salah satu langkah awal dilakukan melalui tes baca tulis Alquran (BTQ) untuk memetakan kemampuan mahasiswa baru. Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 7,2 persen mahasiswa berada pada kategori sangat lancar atau nilai A, sedangkan 12,9 persen berada pada kategori lancar atau nilai B. Dengan demikian, sekitar 80 persen mahasiswa masih membutuhkan pendampingan dalam kemampuan baca tulis Al-Qur’an.

“Ini menjadi tugas kami untuk mengantarkan anak Bapak dan Ibu sampai lulus. Dalam empat tahun ke depan, kami upayakan 100 persen mahasiswa mampu membaca dan menulis Al-Qur’an,” ujar Prof Faris.

Upaya tersebut kemudian dilanjutkan melalui berbagai program pembinaan selama mahasiswa menjalani pendidikan di UMY. Setelah mengikuti masa ta’aruf sebagai tahap pengenalan lingkungan kampus, mahasiswa baru mendapatkan Orientasi Studi Dasar Islam (OSDI) serta pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Pembelajaran AIK tidak hanya diberikan dalam bentuk materi di kelas, tetapi juga diperkuat melalui kegiatan praktik keagamaan. Mahasiswa mendapatkan pendampingan dalam berbagai aspek, antara lain membaca Alquran, wudu, dan salat.

Menurut Prof Faris, kemampuan keislaman mahasiswa juga menjadi perhatian hingga menjelang kelulusan. Mahasiswa akan mendapatkan evaluasi untuk melihat capaian kemampuan baca tulis Alquran sebagai bagian dari upaya memastikan proses pembinaan berjalan secara berkelanjutan.

Penguatan kompetensi keagamaan juga diarahkan agar relevan dengan bidang keilmuan dan profesi mahasiswa. Salah satunya diterapkan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran, khususnya mahasiswa laki-laki, yang diarahkan memiliki kemampuan menjadi imam salat dan menyampaikan ceramah.

Kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi lulusan ketika nantinya menjalankan profesi dan mengabdi di berbagai daerah di Indonesia.

UMY Tegaskan Penerimaan Mahasiswa Melalui Jalur Resmi

Selain persoalan pendidikan dan pembinaan keislaman, kegiatan silaturahmi juga menjadi ruang bagi orang tua untuk menyampaikan perhatian terkait proses penerimaan mahasiswa baru.

Orang tua mahasiswa asal Tasikmalaya, Ejen Jenal Mukarom, menyampaikan harapannya agar proses penerimaan mahasiswa, khususnya pada Program Studi Kedokteran, terus dilaksanakan secara resmi dan transparan. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap pihak-pihak di luar jalur resmi universitas yang menawarkan bantuan atau menjanjikan kepastian penerimaan mahasiswa.

Ejen juga berharap universitas dapat memberikan perhatian kepada mahasiswa yang menghadapi kendala pembiayaan pendidikan selama masa studi.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Universitas UMY, Dr Bachtiar Dwi Kurniawan, menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru disampaikan melalui jalur resmi universitas, dengan Sub-Direktorat Admisi sebagai pintu resmi informasi penerimaan.

“Informasi yang datang dari admisi itu yang resmi. Kalau sudah di luar Gedung Admisi, itu unofficial. Jadi jangan percaya pihak yang menjanjikan bisa membantu masuk ke UMY di luar jalur resmi,” kata Bachtiar.

Melalui kegiatan Silaturahmi Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru, UMY menegaskan pentingnya membangun komunikasi terbuka dan kepercayaan bersama keluarga mahasiswa. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya universitas dalam mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan, baik dalam aspek akademik maupun pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman.

Dengan pendekatan tersebut, UMY berkomitmen menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan, tetapi juga memiliki karakter Islami dan kesiapan untuk memberikan kontribusi di tengah masyarakat. 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.