
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT – Geliat Raya Idul Adha 2026 mulai dirasakan para peternak sapi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Sapi kurban mereka mulai diburu untuk kurban tahun ini meski harganya sedikit mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu.
Berkah Idul Adha tahun ini di antaranya dirasakan Entang Sukandi (46), peternak sapi asal Kampung Babakan Cinta, RT 01/04, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua. Ia mengaku sudah menyiapkan sekitar 300 ekor sapi khusus untuk kurban di Idul Adha 1447 H dengan beragam ukuran.
“Kalau saya stok tahun ini ada sekitar 300 ekor untuk kurban. Targetnya yang kejual itu minimal sama kaya tahun kemarin 250 ekor,” kata Entang saat ditemui di peternakan miliknya, Rabu (6/5/2026).
Dari sapi kurban yang ia targetkan tahun ini, yang sudah dipesan sudah mencapai 240 ekor. Entang optimistis target penjualan sapi kurban untuk Idul Adha tahun ini bakal tercapai mengingat masih ada waktu sekitar dua pekan lebih menuju hari H.
“Sekarang Alhamdulillah sudah 240 ekor yang udah booking, masih ada waktu sampai hari H nanti. Kalau pesanan kebanyakan masih Bandung Raya, tapi luar daerah juga ada dari Karawang, Bogor, Tasik,” ujar Entang.
Entang mengatakan ada kenaikan harga jual sekitar 10 persen dibandingkan tahun kemarin. Kenaikan itu dipicu harga sapi impor yang juga melambung. Harga terendah sapi yang dijualnya berkisar Rp 20-30 juta per ekor. Entang juga menyediakan sapi jumbo berukuran 750 kilogram hingga 1,50 ton yang dijualnya Rp 80 juta hingga 100 juta.
“Paling murah sekarang di kisaran Rp 20 juta dan paling tinggi Rp 100 juta. Ada kenaikan sekitar Rp 2 jutaan dari tahun kemarin karena dampak sapi impor,” ungkap dia.
Entang melanjutkan, sapi-sapi yang dijualnya dalam kondisi sehat dan laik dikurbankan karena sudah dilakukan pemeriksaan secara rutin. Selain itu, pakan yang diberikan juga sesuai dengan kebutuhan nutrisi sapi yanh diternakannya.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan KBB, Wiwin Aprianti memprediksi memprediksi jumlah hewan kurban untuk Idul Adha tahun ini bakal mengalami kenaikan. Tahun lalu, jumlah hewan kurban yang diperiksa kesehatan dan kelaikannya mencapai 11.710 ekor.
Rinciannya, sapi sebanyak 5.063 ekor, domba sebanyak 6.269 ekor, kambing sebanyak 366 ekor, dan kerbau sebanyak 12 ekor. Hasil pemeriksaaan hewan kurban sebelum disembelih atau ante mortem itu didapat dari 270 titik lapak pedagang yang tersebar di Bandung Barat.
“Kalau jumlah hewan yang diperiksa tahun 2026 diprediksi akan naik 2 persen dari tahun 2025 menjadi berjumlah 11.944 ekor. Jumlah lapak penjualan hewan kurban yang akan diperiksa sebanyak 270 lapak sesuai dengan data lapak penjualan hewan kurban tahun 2025,” kata Wiwin.
Menurut Wiwin, kebutuhan hewan kurban itu dipenuhi dari ternak lokal Bandung Barat maupun yang berasal dari luar daerah. Seperti dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta juga dari kabupaten dan kota yang ada di Jawa Barat.










