
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Pendidikan psikologi dinilai perlu bertransformasi agar lulusannya mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Kurikulum disebut tidak cukup berorientasi pada teori, tetapi juga harus membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis.
Psikolog Prof Yuke Roosjati Siregar menekankan pentingnya pembaruan pendidikan dan layanan psikologi agar profesi tersebut mampu menghadapi tantangan global.
Yuke menegaskan, pendidikan psikologi perlu mengintegrasikan perkembangan teknologi dan perubahan sosial ke dalam kurikulum. Menurut dia, ilmu yang dipelajari mahasiswa harus dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.
“Kurikulum kita itu berorientasi pada global, dengan landasan kearifan lokal. Tapi yang satu, yang penting, implementatif. Tidak murni-murni ilmu, tapi ilmu yang bisa dipakai oleh mereka di dalam dunia masyarakat,” ujar Yuke dalam acara Kongres XV 2026 Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) di Grand Hotel De Jogja, Kota Yogyakarta, Jumat (16/10/2026).
Prof Yuke juga menilai lulusan psikologi perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan perubahan. Kompetensi tersebut perlu diperkuat dengan kolaborasi serta penerapan etika profesi.
“Kompetisi dalam kolaborasi. Bukan kompetisi menjatuhkan orang lain, tapi kompetisi membangun bersama,” katanya.
Yuke turut menyoroti pentingnya pembaruan pendidikan agar lulusan sarjana tetap memiliki keterampilan yang dapat digunakan meskipun tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang profesi.
“Kita harus menyiapkan, apa yang bisa kita lakukan, pada mereka yang hanya sampai sarjana,” ujarnya.
Selain pendidikan, Yuke menekankan peran organisasi profesi dalam mendukung anggotanya, termasuk psikolog muda. Menurut dia, organisasi profesi perlu menjadi wadah yang memberikan manfaat dan pendampingan bagi seluruh anggotanya.
“Organisasi profesi bukan milik perguruan tinggi saja, bukan milik pengurus saja, tapi dia dimiliki, harus dirasakan dimiliki oleh semua warga psikolog,” kata Yuke.





![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75860 [Aggregator] Downloaded image for imported item #75860](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/acara-penganugerahan-himpsi-award-pada-acara-kongres-xv-2026_261016193115-626-1-148x111.jpg)



![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75852 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/pengunjung-berwisata-di-pelataran-candi-borobudur-magelang-jawa-tengah_220607151423-754-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75856 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/menteri-kebudayaan-fadli-zon-saat-diwawancara-terkait-dicabutnya-izin_261016193733-630-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75846 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/para-pelari-memasuki-garis-finis-pada-ajang-pln-mobile_261016185315-944-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75840 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/261016172614-755-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #75818 image](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/10/sidang-tuntutan-terdakwa-kepala-sekolah-daycare-littlea-aresha-jogja-di-pn-jogja-kamis-15102026-1792052111667_169-148x111.jpg)