Pawai Ekosistem Malioboro Meriahkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta

by -5 Views
image
banner 468x60
image


Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menaiki andong saat mengikuti Pawai Ekosistem Malioboro dari kawasan Malioboro menuju Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (6/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menggelar Pawai Ekosistem Malioboro untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta, Selasa (6/10/2026). Pawai dimulai dari kawasan Jalan Malioboro dan berakhir di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

banner 336x280

Pawai tersebut diikuti sejumlah komunitas pariwisata, di antaranya komunitas andong, becak listrik, becak kayu, sepeda Podjok dan Koja, serta Onthel Jawa. Selain itu, turut hadir Karnaval Bakpia, Marching Band dari UPN Veteran, dan barongsai dari masyarakat setempat. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo juga ikut dalam pawai dengan menaiki andong dari kawasan Malioboro menuju Titik Nol Kilometer.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Menurutnya, komunitas pariwisata yang berada di sepanjang Malioboro menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Kota Yogyakarta.

Lucia mengatakan, rangkaian kegiatan HUT Kota Yogyakarta telah dimulai sejak Senin (5/10/2026) dengan penampilan band-band dari komunitas. Selanjutnya, Rabu (7/10/2026), akan digelar Pawai Budaya Nuswantoro yang diikuti tujuh pemerintah daerah. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) ke-10 di Titik Nol Kilometer.

“Length of stay-nya dapat, lalu nanti pemberdayaan masyarakatnya melalui UMKM, spending money-nya dapat, wisatawan belanja sehingga semua perekonomian bisa bergerak dan tentu saja kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta melalui pariwisata bisa diwujudkan bersama-sama,” kata Lucia.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan tema HUT ke-270 Kota Yogyakarta tahun ini adalah ‘Otentik Konkret’. Menurutnya, tema tersebut menjadi upaya untuk mengangkat berbagai ciri khas dan kearifan yang dimiliki Kota Yogyakarta sekaligus mewujudkannya dalam kegiatan yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Maka kita ingin menerjemahkan bagaimana hal-hal yang autentik itu kemudian bisa diterjemahkan dalam langkah-langkah konkret yang bisa dinikmati oleh warga masyarakat,” kata Hasto.

Menurut Hasto, Pawai Ekosistem Malioboro juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan komunitas yang ada di Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan dapat menggerakkan UMKM dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Hasto juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan kawasan Malioboro. Ia meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan menggunakan tempat sampah yang telah disediakan.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.