
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat), menekankan pentingnya pertumbuhan berkelanjutan.
Menurut Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono, pihaknya menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada segmen ritel, baik consumer maupun small medium enterprise (SME). Alasannya, ini terbukti lebih resilien, tanpa mengabaikan pengembangan segmen korporasi yang sehat.
Produk unggulan consumer seperti pembiayaan Solusi Emas Hijrah dan SME mencatat kenaikan solid. Pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 1,7 triliun pada akhir Maret 2026. Jumlah rekening nasabah pun meningkat tajam 274 persen yoy.
Karena itu, Bank Muamalat terus memacu pertumbuhan pembiayaan ke sektor SME. Hingga Maret 2026, outstanding pembiayaan SME nilainya mencapai Rp 3,1 triliun, tumbuh 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik,” ujar Imam, saat menggelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).
Synergy Roadshow 2026 merupakan kegiatan bersama antara BPKH dan Bank Muamalat untuk membangun kolaborasi serta melakukan evaluasi kinerja bisnis seluruh region Bank Muamalat di enam kota besar.
“Bandung merupakan lokasi ketiga penyelenggaraan Synergy Roadshow 2026 setelah Jakarta dan Surabaya. Selanjutnya kegiatan serupa akan dilaksanakan di Yogyakarta, Makassar, dan Medan,” katanya.
Imam menambahkan, forum bersama pimpinan dan tim penjualan di kantor wilayah dan cabang ini bertujuan menyampaikan strategi, prioritas bisnis, dan arahan manajemen kepada seluruh insan Muamalat dalam rangka peningkatan kemampuan tim.
“Kami juga mengidentifikasi peluang pertumbuhan di masing-masing daerah. Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini,” katanya.
Sinergi Bank Muamalat dan BPKH
BPKH dan Bank Muamalat terus memperkuat sinergi bisnis melalui sejumlah kerja sama strategis. Menurut Imam, sinergi ini menjadi upaya bersama saling mendukung. Apalagi, haji dan umrah merupakan ekosistem besar yang dapat memberikan efek berganda ke berbagai sektor ekonomi dan sosial di Tanah Air.
“Kami ingin setiap layanan, produk, dan nilai tambah yang dapat kami berikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah. Di mana kebermanfaatannya bisa berkelanjutan dan dirasakan semua elemen di mana pun,” kata Imam.
Salah satu kolaborasinya adalah meluncurkan Kartu Haji Indonesia untuk menggantikan penggunaan cash. Selain untuk kemudahan dan kenyamanan jamaah, inisiatif ini sekaligus mendukung digitalisasi pelaksanaan ibadah haji dan umrah di Tanah Suci.
Kedua belah pihak sepakat terus melanjutkan pelaksanaan joint event meliputi program nasional dan internasional terkait sosialisasi, diseminasi, maupun program penghimpunan dan kemaslahatan. BPKH juga telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodiannya.
“Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jamaah haji dan umrah, juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat lebih luas,” kata Imam.












