Lansia Bangun Budidaya Kambing Berbasis Teknologi dan Energi Surya di Bantul

by -2 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL — Lansia di Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap produktif dan berkontribusi dalam pembangunan desa. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), para lansia didorong membangun ekonomi sirkular desa melalui budidaya kambing, pemanfaatan limbah peternakan, serta penerapan teknologi dan energi terbarukan.

banner 336x280

Kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad (21/6/2026) di Padukuhan Bakal, Kalurahan Argodadi, ini dihadiri oleh Lurah Argodadi Prayitno, Ketua PCM Sedayu Heru Waseso, Ketua PRM Argodadi Ngadikan, perwakilan Kapanewon Sedayu Riyadi, Ketua Kelompok Lansia Produktif (Lanterna) Eko Budi Suprihatin, Ketua Kelompok Beternak Eko Pramono, anggota kelompok Lanterna dan kelompok beternak, serta 20 mahasiswa KKN Rekognisi Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Program ini diketuai oleh Dr Moh. Toifur dari Universitas Ahmad Dahlan dengan anggota tim Dr Bambang Sudarsono (UAD), Nur Fitri Mutmainah dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, dan Irfan Yunianto (UAD). Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh Okimustava, M.Pd.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UAD bersama mahasiswa KKN Rekognisi.

Lurah Argodadi Prayitno menyambut baik program tersebut karena sejalan dengan visi pembangunan Kalurahan Argodadi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pemberdayaan lansia melalui kegiatan ekonomi produktif mampu memberikan dampak ganda, yaitu meningkatkan pendapatan sekaligus kualitas hidup masyarakat lanjut usia.

“Program ini sangat sesuai dengan cita-cita Kalurahan Argodadi dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga mendukung peningkatan well-being lansia sehingga mereka tetap aktif, sehat, dan memiliki harapan hidup yang lebih baik,” ujar Prayitno.

Apresiasi juga disampaikan Ketua PCM Sedayu Heru Waseso. Ia menilai program yang berfokus pada lansia masih relatif jarang ditemukan dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat.

“Masih sedikit kegiatan pengabdian yang secara khusus menjadikan lansia sebagai subjek utama pemberdayaan. Padahal mereka memiliki pengalaman, keterampilan, dan modal sosial yang sangat besar. Program ini menjadi contoh yang sangat baik bagaimana lansia tetap dapat berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua PRM Argodadi Ngadikan menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung keberlanjutan program. Salah satu bentuk dukungan yang akan diberikan adalah pelatihan pembuatan sekam bakar sebagai media tanam guna mendukung pemanfaatan pupuk organik hasil pengolahan limbah peternakan.

Pada kesempatan tersebut, tim pengabdian juga menyerahkan berbagai perangkat teknologi kepada kelompok mitra sebagai upaya memperkuat transformasi peternakan rakyat menuju sistem yang lebih modern, edukatif, dan berkelanjutan. Kelompok Lanterna menerima berbagai sarana edukasi budidaya kambing yang halal, higienis, sehat, dan gembira sebagai wahana pengembangan eduwisata peternakan berbasis masyarakat. Sementara itu, Kelompok Beternak memperoleh peralatan produksi untuk pengolahan limbah ternak berbasis teknologi sehingga dapat menghasilkan pupuk organik yang bernilai ekonomis.

Selain itu, kedua kelompok mitra juga menerima perangkat pemantauan kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan kondisi lingkungan kandang dipantau secara real-time. Teknologi ini diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan peternakan yang lebih sehat dan nyaman bagi ternak maupun masyarakat sekitar.

Sebagai bagian dari edukasi energi terbarukan, tim pengabdian turut menyerahkan sistem penerangan peternakan berbasis panel surya. Kehadiran teknologi ini tidak hanya mendukung operasional peternakan pada malam hari, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ketua tim pengabdian, Dr Moh. Toifur  menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular desa yang mengintegrasikan peternakan, pertanian, teknologi digital, dan energi terbarukan. Limbah peternakan yang sebelumnya kurang termanfaatkan kini diolah menjadi pupuk organik, sementara teknologi IoT dan panel surya digunakan sebagai media edukasi sekaligus peningkatan efisiensi pengelolaan peternakan.

“Kami ingin membangun model pemberdayaan yang utuh. Kambing menghasilkan nilai ekonomi, limbahnya diolah menjadi pupuk organik, kualitas lingkungan dipantau menggunakan teknologi IoT, dan kebutuhan energinya didukung oleh panel surya. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar tentang teknologi dan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, organisasi kemasyarakatan, kelompok peternak, kelompok lansia, dan mahasiswa, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan lansia berbasis ekonomi sirkular yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa lansia bukanlah kelompok yang pasif, melainkan aset sosial yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan desa yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.