ION: Digitalisasi UMKM Harus Melampaui Konten Viral, AI Perlu Dorong Pertumbuhan Bisnis

by -3 Views
Public
banner 468x60

JAKARTA — Pengalaman India mengembangkan Open Network for Digital Commerce (ONDC) menunjukkan bagaimana jaringan digital terbuka dapat memperluas peluang perdagangan. Mengacu pada pendekatan tersebut, Indonesia Open Network (ION) mengembangkan infrastruktur digital terbuka yang disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia untuk menghubungkan pelaku usaha, platform, dan penyedia layanan serta memperluas akses pasar.

Pentingnya pendekatan ini mengemuka dalam Indonesia Digital Meetup 2026 (IDM26), yang diselenggarakan SMESCO Indonesia pada 15–16 Oktober 2026 di Jakarta. Forum ini menyoroti perlunya mengubah aktivitas digital menjadi hasil bisnis yang terukur melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), kolaborasi lintas sektor, dan keterhubungan layanan digital.

banner 336x280

Bagi ION, tantangannya bukan sekadar membawa UMKM ke ruang digital, melainkan memastikan teknologi membantu meningkatkan penjualan, menyederhanakan operasional, dan membuka peluang bisnis yang lebih luas.

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Yuni Moraza mengingatkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak boleh berhenti pada pembuatan konten dan upaya mengejar popularitas di media sosial. Teknologi perlu dimanfaatkan untuk mempercepat pelayanan, memperkuat komunikasi dengan pelanggan, dan meningkatkan konversi penjualan.

“Penggunaan AI jangan sebatas membuat konten, tapi belum untuk menolong, melayani, atau mempercepat pasar,” ujar Helvi dalam IDM26.

Ia juga menekankan pentingnya mengukur keberhasilan digitalisasi melalui hasil bisnis yang konkret, sekaligus menjaga perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan kepercayaan konsumen.

Dalam sambutan Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang dibacakan Helvi, kolaborasi dalam membangun ekosistem disebut sebagai salah satu kunci keberhasilan transformasi digital UMKM. Sinergi pemerintah, lembaga pendukung, industri teknologi, dan sektor swasta diperlukan untuk memperluas akses serta memastikan teknologi memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.

Kolaborasi ini penting karena UMKM membutuhkan dukungan yang saling melengkapi, mulai dari pemasaran dan transaksi hingga pengadaan bahan baku, logistik, pembiayaan, dan pengembangan pasar.

Presiden Direktur PT Indonesia Open Network (ION), Dr. Bayu Prawira Hie, sejalan dengan pandangan tersebut. Ia menekankan bahwa teknologi harus memberikan dampak langsung terhadap omzet, profitabilitas, dan efisiensi bisnis.

Dalam sesi IDM26, Bayu menguraikan empat manfaat utama AI bagi UMKM: meningkatkan penjualan melalui pemasaran yang lebih efektif, membantu mencari dan membandingkan pemasok, mengoptimalkan operasional termasuk pencatatan stok, serta mendukung keputusan strategis seperti pemilihan pembiayaan dan ekspansi usaha.

“Nomor satu, menurut saya paling penting. Pakai AI ini bisa dapetin omzet lebih banyak, enggak? Bisa dapetin cuan lebih banyak, enggak? Pada akhirnya itu,” ujar Bayu.

Pendekatan ini menempatkan AI sebagai alat praktis untuk membantu pengusaha mengambil keputusan lebih baik, mengurangi pekerjaan manual, dan menggunakan sumber daya secara efisien.

Dari Adopsi Digital Menuju Ekosistem yang Terhubung

Direktur Utama SMESCO Indonesia, Doddy A. Matondang, menyoroti besarnya peluang ekonomi digital Indonesia sekaligus pentingnya pendampingan UMKM. Menurut data yang dipaparkan dalam IDM26, sekitar 27 juta pelaku UMKM telah masuk ke ekosistem digital, sementara SMESCO telah merangkul 105.126 UMKM.

Angka tersebut menunjukkan kemajuan adopsi digital, tetapi kehadiran di platform saja belum cukup. Pelaku usaha juga membutuhkan kemampuan mengelola bisnis, menemukan mitra, mengakses layanan pendukung, dan menjangkau pelanggan.

SMESCO memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia melalui QRIS, Google, PaDi UMKM, Smesco Hub, dan pelaku industri teknologi lokal.

Dalam konteks ini, ION menyediakan infrastruktur digital terbuka yang memungkinkan berbagai platform, pelaku usaha, dan penyedia layanan terhubung serta berkolaborasi. Dengan mengadaptasi pendekatan jaringan terbuka ONDC dari India sesuai kebutuhan Indonesia, ION bertujuan membantu mengurangi fragmentasi layanan dan mendukung ekosistem perdagangan digital yang lebih terintegrasi.

Jaringan terbuka memungkinkan berbagai pihak bekerja sama tanpa harus bergantung pada satu platform tertutup. Pendekatan interoperabel ini membuka peluang bagi UMKM untuk mengakses layanan yang lebih beragam dan menjangkau calon pelanggan melalui ekosistem digital yang saling terhubung.

Kebutuhan tersebut semakin penting karena pemasaran harus terhubung dengan penjualan, pengelolaan stok, dan pemenuhan pesanan. Pengembangan usaha juga membutuhkan akses ke pemasok, pembiayaan, logistik, serta layanan pendukung lainnya.

Pengalaman India melalui ONDC memberikan referensi mengenai potensi jaringan terbuka dalam mendukung perdagangan digital yang lebih inklusif. Bagi Indonesia, pendekatan tersebut dapat diadaptasi sesuai kondisi pasar dan kebutuhan pelaku usaha, dengan kolaborasi antara penyedia teknologi, lembaga pendukung, dan pengusaha lokal.

Teknologi Harus Menghasilkan Dampak Bisnis

Helvi juga menyoroti perlunya meningkatkan pemanfaatan AI untuk mendukung proses bisnis, bukan sekadar memperluas pengetahuan tentang teknologi. Kementerian UMKM menghadirkan SAPA UMKM sebagai layanan satu pintu yang memungkinkan pengusaha mengakses berbagai layanan menggunakan satu akun.

Bagi ION, tantangan berikutnya adalah memastikan kemajuan teknologi dan keterhubungan layanan menghasilkan manfaat nyata. UMKM perlu memilih teknologi sesuai skala dan kebutuhan bisnis, bukan sekadar mengikuti tren.

Pemanfaatan AI juga harus disertai perhatian terhadap keamanan data, penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, dan kebutuhan pelanggan. Dengan demikian, peningkatan efisiensi dapat berjalan seiring dengan perlindungan data dan kepercayaan konsumen.

Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam proses tersebut. Pemerintah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung transformasi digital, lembaga pendukung memperkuat kapasitas UMKM, dan industri teknologi menyediakan infrastruktur serta solusi yang menghubungkan berbagai layanan.

Melalui IDM26, pembahasan mengenai digitalisasi, AI, dan kolaborasi ekosistem menegaskan bahwa transformasi UMKM membutuhkan pendekatan menyeluruh. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan para pemangku kepentingan membangun ekosistem yang terbuka, terhubung, dan berorientasi pada kebutuhan bisnis.

Pada akhirnya, keberhasilan digitalisasi bukan hanya tentang berapa banyak UMKM yang hadir di ruang digital, melainkan sejauh mana teknologi membantu meningkatkan penjualan, efisiensi operasional, dan perluasan pasar secara berkelanjutan.

Bagi ION, infrastruktur digital terbuka menjadi fondasi untuk menghubungkan berbagai platform, layanan, dan peluang bisnis. Dengan dukungan kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat, digitalisasi dapat melampaui popularitas di media sosial dan menjadi penggerak pertumbuhan UMKM Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing.

banner 336x280
Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.