Ini Alasan Gen Z Susah Menabung, Nggak Melulu karena Gaji Kecil

by -10 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Banyak anak muda, khususnya Generasi Z, kesulitan menabung meski sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap setiap bulan. Gaji yang baru diterima kerap habis sebelum akhir bulan, sehingga menyisakan sedikit atau bahkan tidak ada dana yang bisa ditabung untuk masa depan.

banner 336x280

Kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh rendahnya pendapatan. Persoalan tersebut dinilai lebih sering berkaitan dengan cara seseorang mengelola keuangannya.

Pakar ekonomi syariah sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Satria Utama, mengatakan kesulitan menabung merupakan masalah klasik yang banyak dialami masyarakat kelas menengah, termasuk kalangan muda yang baru memasuki dunia kerja. “Permasalahan klasik masyarakat kelas menengah adalah pendapatan yang terasa selalu habis untuk berbagai kebutuhan. Akibatnya, banyak orang merasa sulit menyisihkan uang untuk masa depan. Mereka menganggap bulan berikutnya akan kembali memperoleh penghasilan, sehingga menabung tidak menjadi prioritas,” kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (25/6/2026).


Menurut Satria, akar persoalan tersebut tidak semata-mata terletak pada besarnya penghasilan. Dalam banyak kasus, kegagalan ini justru terjadi akibat perilaku keuangan (financial behavior) yang kurang sehat. Ketika pendapatan meningkat, sebagian orang cenderung langsung menaikkan standar hidup dan pengeluaran mereka.

Fenomena tersebut dikenal dengan istilah lifestyle inflation. Kondisi ini terjadi ketika kenaikan pendapatan langsung diikuti oleh peningkatan konsumsi. Akibatnya, ruang untuk menabung tetap sempit meskipun kemampuan finansial sebenarnya telah meningkat.

“Banyak orang yang sebenarnya memiliki penghasilan cukup, tetapi tetap kesulitan menabung. Permasalahannya bukan pada pendapatan, melainkan pada perilaku konsumsi. Ketika penghasilan bertambah, yang meningkat justru pengeluaran konsumtif, sedangkan tabungan tidak bertambah secara signifikan,” ujar Satria.


Selain masalah konsumsi, Satria juga menyoroti pentingnya memiliki tujuan keuangan yang jelas. Menurutnya, banyak orang menabung hanya karena menganggapnya sebagai kebiasaan baik semata. Mereka tidak memiliki target yang spesifik dan terukur. Padahal, tujuan yang jelas dapat menjadi motivasi kuat dalam mengelola keuangan.

“Menabung itu seperti melakukan perjalanan. Tanpa tujuan yang jelas, seseorang akan lebih mudah kehilangan motivasi. Mereka akan mudah berhenti di tengah jalan ketika menghadapi berbagai hambatan atau kebutuhan mendesak,” kata dia.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.