IKASUKA Kukuhkan Pengurus Periode 2026–2030, Siapkan Empat Pilar Pengabdian

by -12 Views
image
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Pengurus Ikatan Keluarga Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (IKASUKA) periode 2026–2030 dikukuhkan di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Sabtu malam (26/9/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-75 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sejumlah kegiatan turut digelar, antara lain jalan sehat, pameran foto tempo dulu, rapat kerja, sarasehan, pemberian beasiswa, bakti sosial, serta soft launching ensiklopedia alumni UIN Sunan Kalijaga.

banner 336x280

Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat di lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga, Sleman. Ribuan peserta mengikuti jalan sehat dengan rute sekitar 4,5 kilometer. Mereka terdiri atas dosen, pegawai, mahasiswa, pensiunan, alumni, keluarga pegawai, hingga warga sekitar kampus.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Noorhaidi Hasan, bersama Ketua Presidium IKASUKA sekaligus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, melepas peserta dari halaman Gedung Pusat Administrasi Umum (PAU).

Noorhaidi mengatakan, jalan sehat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan rasa kekeluargaan seluruh keluarga besar UIN Sunan Kalijaga.

Kegiatan itu juga sejalan dengan tema Dies Natalis ke-75, yakni ‘Dari Keunggulan Akademik Menuju Dampak Global.’

Menjelang siang, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial, rapat kerja, dan sarasehan. Pada malam harinya, pengukuhan pengurus dilaksanakan dalam dua sesi, yakni seremonial di dalam kampus dan prosesi di halaman kampus yang dihiasi sejumlah obor perjuangan.

Dalam prosesi tersebut, para pengurus IKASUKA mengenakan surjan dan blangkon, busana khas Yogyakarta.

Rumuskan Empat Pilar Pengabdian

Dalam rapat kerja yang digelar di Aula Convention Hall Lantai 1 UIN Sunan Kalijaga, IKASUKA merumuskan empat pilar pengabdian untuk lima tahun ke depan.

Forum tersebut dihadiri Ketua Presidium Pusat IKASUKA Arifah Fauzi, Ketua Dewan Penasihat Ngatawi Al-Zastrow, serta ratusan alumni.

Arifah mengatakan, terdapat empat fokus utama yang akan dijalankan. “Kita akan fokus pada empat hal, yakni penguatan kelembagaan, penguatan jejaring, fundraising, dan penguatan sumber daya manusia,” ujar Arifah.

Dalam bidang kelembagaan, IKASUKA akan mengaktifkan kembali kepengurusan tingkat provinsi serta memperkuat kepengurusan kabupaten dan kota. Saat ini, dua kepengurusan provinsi baru telah terbentuk di Banten dan Maluku Utara.

Sementara itu, di tingkat kabupaten dan kota telah terbentuk 26 kepengurusan. IKASUKA juga akan membangun basis data alumni untuk memetakan potensi, profesi, dan jejaring alumni.

Ngatawi Al-Zastrow menyebut empat agenda tersebut sebagai catur dharma pengabdian IKASUKA, yang meliputi penguatan kelembagaan, pembangunan jejaring, penguatan sumber pendanaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia alumni.

Zastrow mendorong IKASUKA memiliki legal standing, sekretariat di lingkungan UIN Sunan Kalijaga, kantor perwakilan di Jakarta, serta sistem digital sebagai basis data alumni.

Dalam pengembangan jejaring, IKASUKA menargetkan kerja sama dengan sedikitnya lima kementerian atau lembaga, lima perusahaan, serta lima kelompok profesi atau komunitas.

Untuk pendanaan, IKASUKA menyiapkan gagasan dana abadi dengan target Rp500 juta selama lima tahun kepengurusan. Selain itu, sedikitnya 50 alumni ditargetkan memperoleh beasiswa dan 100 alumni mengikuti pelatihan pengembangan karier.

Alumni Didorong Berkontribusi bagi Almamater

Rencana kerja tersebut akan dijalankan melalui sejumlah divisi, di antaranya Organisasi dan Keanggotaan, SDM dan Sertifikasi, Kerja Sama dan Jejaring, Kewirausahaan dan Perekonomian, Dakwah, Sosial dan Filantropi, Informasi dan Teknologi, Riset, Karier dan Pengembangan Potensi, Media dan Publikasi, serta Budaya dan Seni.

Arifah mengatakan, seluruh program tersebut ditujukan agar keberadaan IKASUKA semakin dirasakan manfaatnya oleh alumni, almamater, dan masyarakat.

Semangat kontribusi alumni juga dibahas dalam sarasehan bertajuk ‘Dari UIN Jogja: Merajut Sinergi untuk Masa Depan Indonesia.’ Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah alumni yang kini berkiprah di berbagai institusi.

Rektor UIN Sunan Kalijaga menegaskan, alumni memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan almamater. Menurutnya, hubungan kampus dan alumni perlu terus diperkuat untuk memperluas jejaring serta mempercepat pengembangan kelembagaan.

Sejumlah alumni turut membagikan pengalaman dalam forum tersebut, di antaranya Senior Vice President PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Muhammad Syukron Habiby dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh.

Nihayatul menilai pendidikan di UIN Sunan Kalijaga tidak hanya memberikan bekal keilmuan, tetapi juga membentuk mental pembelajar. Bekal tersebut membuat alumni mampu beradaptasi dan berkontribusi di berbagai bidang.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.