Grand Final Komix Herbal Potek Dance Fest 2026 di Candi Prambanan, A-Youngz Sabet Juara 1

by -22 Views
banner 468x60
image

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Grand Final Komix Herbal Potek Dance Fest 2026 berlangsung meriah di kawasan Prambanan, Yogyakarta, pada Ahad (30/8/2026). Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi dancer dari berbagai daerah, tetapi juga membawa pesan untuk mendorong generasi muda membangun kebiasaan hidup aktif melalui aktivitas yang mereka sukai.

Mengusung kampanye #DanceOnCoughOff dengan ajakan ’15 Menit Dance’, kompetisi tersebut mengajak anak muda menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Tujuh tim dance terbaik dari berbagai wilayah Indonesia tampil dalam babak Grand Final dengan memadukan kemampuan koreografi, kreativitas, serta unsur budaya Indonesia.

banner 336x280

Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health, Andry Mahyudi mengatakan pendekatan tersebut dirancang agar pesan hidup sehat dapat diterima secara lebih dekat dengan keseharian anak muda.

“Dance bukan hanya soal kompetisi atau kemampuan di atas panggung, tetapi juga tentang bergerak, berekspresi, bertemu komunitas, dan membangun kebiasaan aktif dengan cara yang menyenangkan. Semangat itulah yang kami bawa melalui Komix Herbal Potek Dance Fest,” katanya dalam keterangannya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr Ikhwan Zein, menjelaskan dance yang dilakukan secara rutin dapat menjadi salah satu bentuk latihan aerobik. Aktivitas tersebut berpotensi menstimulasi sistem kardiorespirasi dan mendukung peningkatan VO₂max, meski manfaat kebugaran tetap bergantung pada konsistensi, durasi, frekuensi, dan intensitas latihan.

“Anak muda sebenarnya punya begitu banyak cara untuk bergerak. Karena itu, kami ingin mengajak mereka memulainya dari aktivitas yang memang mereka sukai,” ujarnya.

Dalam kompetisi tahun ini, peserta juga ditantang mengusung tema “Modern with Indonesian Heritage”. Mereka dituntut menerjemahkan kekayaan budaya Indonesia melalui koreografi, musik, kostum, hingga ekspresi panggung tanpa meninggalkan karakter dance modern. Penampilan para finalis dinilai oleh sejumlah juri, termasuk penari internasional asal Jepang, Ibuki.

Ibuki menilai, kompetisi dance dapat menjadi ruang bagi para dancer untuk saling belajar dan mengeksplorasi karakter masing-masing. Tak hanya dari penilaian juri, pengalaman tampil bersama peserta lain juga membuka kesempatan untuk melihat beragam interpretasi terhadap musik dan budaya Indonesia.

“Kompetisi memberi dancer kesempatan untuk belajar bukan hanya dari juri, tetapi juga dari peserta lain. Bagaimana para finalis membawa karakter mereka sendiri, terutama ketika mereka harus menggabungkan dance modern dengan unsur budaya Indonesia,” katanya.

Setelah melalui rangkaian submission, audisi, dan enam semifinal regional, tujuh tim berhasil melaju ke Grand Final. A-Youngz dari Jabodetabek keluar sebagai juara pertama, disusul Waackanizm dari Jawa Tengah sebagai juara kedua dan Sunkiss Dance Crew dari Jawa Timur sebagai juara ketiga. Posisi berikutnya ditempati Mystylez Crew (Jawa Barat), ArteeZ (Jabodetabek), Zenith (Sulawesi), dan InMotion Dance House (Medan).

Selain gelar juara utama, penghargaan khusus juga diberikan kepada sejumlah tim. ArteeZ meraih Best Collaborative Group, Sunkiss Dance Crew mendapatkan Best Digital Presence, Waackanizm meraih Best Custom & Makeup, sedangkan A-Youngz memperoleh Best Brand Presence.

Para finalis memperebutkan hadiah utama dengan total hadiah yang disiapkan, termasuk hadiah utama senilai Rp 50 juta. Sebagai juara pertama, A-Youngz juga mendapatkan kesempatan untuk berangkat ke Jepang, melengkapi perjalanan kompetisi yang sejak awal diarahkan bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menjadi ruang bagi anak muda untuk berekspresi sekaligus membangun kebiasaan aktif. (

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.