Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

by -14 Views
Public
banner 468x60

Harga emas atau
XAUUSD masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari Senin (28/9). Pergerakan
emas dibayangi oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS), kenaikan harga
minyak, serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku
bunga Federal Reserve (The Fed). Kondisi tersebut membuat aset tanpa imbal
hasil seperti emas menghadapi tekanan, meskipun ketegangan geopolitik AS-Iran
masih memberikan dukungan dari sisi permintaan aset safe haven.

Berdasarkan
analisis Dupoin Futures, pergerakan harga emas pada timeframe Daily menunjukkan
perubahan struktur setelah berhasil menembus level support sebelumnya. Area
support yang ditembus tersebut kini berpotensi berubah fungsi menjadi
resistance baru pada kisaran 4.243–4.272.

banner 336x280

Geraldo Kofit,
analis Dupoin Futures, melihat zona 4.243–4.272 menjadi area penting yang perlu
diperhatikan pelaku pasar. Selama harga emas belum mampu menembus sekaligus
bertahan di atas zona resistance tersebut, tekanan bearish masih menjadi
skenario yang dominan.

Dengan kondisi
tersebut, harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support
berikutnya di 4.180–4.133. Area tersebut menjadi level yang perlu dicermati
apabila tekanan jual XAUUSD kembali meningkat. Sebaliknya, apabila emas mampu
melakukan rebound dan menembus resistance 4.243–4.272 secara meyakinkan,
struktur pergerakan jangka pendek dapat kembali berubah dan tekanan bearish
berpotensi mereda.

Dari sisi
fundamental, tekanan terhadap emas juga masih terlihat kuat. Harga emas kembali
bergerak di bawah level US$4.300 setelah pasar semakin memperhitungkan
kemungkinan kebijakan moneter AS yang lebih ketat. Data ekonomi AS yang relatif
kuat memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada level
tinggi atau bahkan kembali menaikkannya apabila tekanan inflasi belum mereda.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan
telah memberikan dukungan terhadap dolar AS sekaligus membebani harga emas.

Kenaikan harga
minyak menjadi faktor lain yang turut diperhatikan pasar. Harga minyak yang
lebih tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi karena biaya energi
menjadi lebih mahal. Kondisi tersebut dapat mendorong pasar memperkirakan
kebijakan moneter AS akan tetap ketat lebih lama. Pada perdagangan Senin, harga
minyak kembali menguat seiring ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat
Hormuz, sementara dolar AS berada di sekitar level tertinggi dalam dua bulan.

Situasi tersebut
menciptakan tekanan ganda bagi emas. Di satu sisi, kenaikan minyak dan
ketegangan geopolitik dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset
safe haven. Namun di sisi lain, apabila kenaikan harga energi memperkuat
kekhawatiran inflasi dan mendorong kenaikan Treasury yield serta ekspektasi
suku bunga, biaya peluang memegang emas ikut meningkat. Kondisi ini membuat
respons XAUUSD terhadap perkembangan geopolitik menjadi lebih kompleks.

Karena itu, Dupoin
Futures
menilai pelaku pasar perlu mencermati pergerakan dolar AS, Treasury
yield, harga minyak, serta perkembangan konflik AS-Iran sebagai katalis utama
harga emas hari ini. Dari perspektif teknikal, area 4.243–4.272 menjadi
resistance penting. Selama harga belum berhasil menembus dan bertahan di atas
zona tersebut, peluang pelemahan menuju 4.180–4.133 masih terbuka.

Dengan demikian,
prediksi harga emas hari ini menurut analisis Dupoin Futures masih cenderung
bearish. Pergerakan XAUUSD akan sangat bergantung pada kemampuan harga merespons
resistance 4.243–4.272 serta perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The
Fed. Sementara itu, perkembangan geopolitik tetap menjadi faktor yang dapat
memicu volatilitas dan membatasi tekanan turun apabila permintaan safe haven
kembali meningkat.

banner 336x280
Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.