Dwi Andi Rohmatika (DA) sukses memfasilitasi program Training Finance for Non Finance Manager bagi 37 profesional di PT Gawih Jaya menggunakan pendekatan R.E.A.L™ Framework. Didukung oleh Sanggabiz Academy untuk Corporate Training dan workflow yang terintegrasi dengan AI, pelatihan ini dirancang untuk menjembatani strategi bisnis dengan eksekusi nyata berbasis wawasan finansial, serta dibawakan dengan pendekatan partisipatif dan inklusif.
Yogyakarta, 1 September 2026 — Dwi Andi Rohmatika (“DA”), seorang Trainer dan Konsultan Eksekusi Strategis, mengumumkan kesuksesan program Training Finance for Non Finance Manager yang diselenggarakan bersama PT Gawih Jaya pada 26 Agustus 2026 di Grand Mercure Solo. Pelatihan ini diikuti oleh 37 peserta dari jajaran manajerial, dengan fokus pada pemahaman kondisi lapangan, pencapaian target KPI, efisiensi operasional, serta pengambilan keputusan strategis berbasis finansial yang terukur.
Dalam memfasilitasi kelas ini, DA menggunakan pendekatan R.E.A.L™ Framework (Rhythm, Execution, Alignment, Leadership) yang dirancang khusus untuk menjembatani strategi organisasi dengan eksekusi nyata di lapangan. Program ini merupakan bagian dari layanan Sanggabiz Academy untuk Corporate Training, yang rekam jejaknya telah dipercaya dan bekerja sama dengan berbagai mitra lintas sektor, seperti OJK, Microsoft, Indosat Ooredoo Hutchison, Astra International, UGM, hingga Cambridge Judge Business School.
Untuk mengoptimalkan penyampaian materi, DA mengintegrasikan AI-powered system ke dalam seluruh alur pelatihannya. Melalui workflow yang telah di-infused dengan kapabilitas AI, proses dari penyiapan studi kasus, simulasi interaktif, hingga evaluasi peserta dapat dilakukan dengan jauh lebih cepat, relevan, dan presisi.
Menurut hasil evaluasi internal, para peserta menyatakan program ini sangat aplikatif terhadap tantangan kerja sehari-hari. Insight utama yang didapatkan adalah pemahaman bahwa pengelolaan perusahaan yang baik tidak hanya bergantung pada cara berjualan, melainkan sangat membutuhkan financial perspective dalam setiap pengambilan keputusan manajerial.
“Yang paling saya syukuri dari sesi ini bukan cuma materinya sampai, tapi melihat peserta mulai berani bicara soal eksekusi yang selama ini stuck di level wacana,” ujar DA.
Sebagai Trainer, DA senantiasa menghadirkan pendekatan belajar yang mengedepankan nilai-nilai inklusivitas. Hal ini sejalan dengan ekosistem yang menaunginya; Sanggabiz sendiri telah menangani 400+ proyek di 100+ organisasi, dengan sekitar 65–80% tim dan jajaran kepemimpinan diisi oleh perempuan, serta sekitar 10% tim berasal dari komunitas disabilitas, komposisi yang turut mewarnai pendekatan pelatihan yang inklusif dan partisipatif.








![[Aggregator] Downloaded image for imported item #72961](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/public-21.avif)

![[Aggregator] Downloaded image for imported item #72950](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/public-17.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #72954](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/public-19.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #72956](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/public-20.avif)
