Dinkes Pastikan Belum Ada Temuan Hantavirus di Kota Yogyakarta Hingga Mei 2026

by -11 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan tidak ditemukan kasus Hantavirus selama periode Januari hingga Mei 2026. Meski demikian, kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui tikus tersebut tetap ditingkatkan mengingat belum tersedia pengobatan spesifik untuk Hantavirus.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah menjelaskan, informasi yang sempat beredar mengenai kasus Hantavirus di Yogyakarta ternyata merujuk pada kasus suspek di Kulon Progo yang hasil pemeriksaan laboratoriumnya dinyatakan negatif.

banner 336x280

“Untuk tahun 2026 sampai Mei ini tidak ada temuan Hantavirus di Yogya. Sedangkan selama 2025 ditemukan satu kasus Hantavirus di Yogya dan dinyatakan sembuh,” kata Lana dalam keterangannya, Ahad (31/5/2026).

Meski angka kasus saat ini nihil, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada karena Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi melalui gigitan tikus, kontak dengan air liur, urin, maupun kotoran tikus, hingga menghirup debu yang telah terkontaminasi virus.

Menurut Lana, risiko penularan dapat meningkat saat seseorang membersihkan gudang atau ruangan berdebu yang menjadi tempat aktivitas tikus tanpa menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan.

Ia menjelaskan, secara klinis Hantavirus memiliki dua tipe penyakit, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang dapat menyebabkan gangguan ginjal. Tipe HFRS disebut lebih banyak ditemukan di Indonesia dengan masa inkubasi sekitar satu hingga dua minggu.

“Gejala awalnya demam tinggi dan kadang disertai perdarahan mata konjungtiva dan kemerahan di wajah. Selain itu sakit kepala, tidak nafsu makan dan nyeri pada bola mata. Di fase berikutnya tekanan darah menurun dan penurunan kesadaran, paru dan perut bengkak serta urine berkurang. Makanya penting untuk memastikan gejala demam sejak hari pertama,” ujarnya.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.