JETE mencatatkan tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada September 2026, meliputi kategori aksesoris gawai dengan jumlah gerai terbanyak, layanan purna jual terbanyak, serta ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak. Bagi Founder dan CEO JETE, Jhonny Thio Doran, pencapaian ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi pengingat untuk terus menjaga kualitas dan menghadirkan inovasi yang relevan. Seiring 159 gerai di Indonesia, JETE terus memperluas interaksi dengan konsumen melalui produk, layanan, olahraga, komunitas, dan lifestyle
JETE mencatatkan tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada September 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian JETE RUN Festival 2026 yang digelar di Balai Kota Surabaya pada Minggu, 6 September 2026. Acara ini turut dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, atlet, influencer, media, serta berbagai tamu undangan.
Bagi Jhonny Thio Doran, Founder dan CEO JETE, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang jumlah rekor yang berhasil diraih. Di balik itu semua ada tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga kualitas, terus berinovasi, dan tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.
Tiga Rekor dan Maknanya bagi Perjalanan JETE
Tiga rekor MURI menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan JETE sepanjang 2026. Rekor pertama diberikan untuk kategori aksesoris gawai dengan jumlah gerai terbanyak. Rekor kedua diberikan atas jumlah layanan purna jual terbanyak, sementara rekor ketiga diraih melalui JETE RUN Festival 2026 sebagai ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak.
Ketiga pencapaian tersebut mencerminkan perkembangan JETE yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga memperluas akses konsumen terhadap layanan dan membangun interaksi melalui aktivitas komunitas.
Jhonny melihat pencapaian tersebut sebagai sebuah penanda perjalanan, bukan tujuan akhir.
“Piagam MURI yang didapat memang menjadi pencapaian terbaik di tahun ini. Namun, kita janganlah berada di atas angin dan melupakan kualitas. Ini adalah sebagai pengingat bagi brand untuk terus berinovasi di tengah teknologi yang terus berkembang dan memberikan yang terbaik,” ujar Jhonny.
Bagi Jhonny, semakin besar perkembangan JETE, semakin besar pula tanggung jawab untuk mempertahankan kepercayaan konsumen. Rekor yang diraih menjadi refleksi bahwa pertumbuhan harus berjalan beriringan dengan kualitas dan relevansi.
Dari Titik Penjualan Menjadi Titik Pengalaman
Salah satu gambaran perkembangan tersebut terlihat dari jaringan gerai JETE yang telah mencapai 159 lokasi di Indonesia hingga September 2026. Bagi Jhonny, keberadaan gerai tidak semata-mata menjadi tempat konsumen membeli produk.
JETE ingin menjadikan gerai sebagai titik interaksi yang memungkinkan konsumen mengenal dan mencoba produk secara langsung, sekaligus memperoleh informasi serta solusi yang sesuai dengan kebutuhannya.
“Kami melihat jika keberadaan store bukan hanya sebagai tempat beli produk saja. JETE ingin lebih dekat dengan konsumen di Indonesia, dari Aceh sampai Papua,” kata Jhonny.
Perluasan jaringan tersebut juga berjalan bersama dengan penguatan layanan purna jual. Di semua gerai JETE, konsumen dapat memperoleh layanan seperti servis hingga klaim garansi.
Menurut Jhonny, kedekatan dengan konsumen tidak berhenti ketika sebuah produk terjual. Pengalaman setelah pembelian menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang antara brand dengan konsumen.
Hal itulah yang kemudian menjadi bagian dari pencapaian JETE dalam rekor MURI untuk kategori layanan purna jual terbanyak. Bagi JETE, pertumbuhan jaringan bukan hanya mengenai seberapa luas jangkauan yang dapat dibangun, tetapi juga bagaimana kualitas layanan dapat terus dijaga di dalamnya.
JETE RUN dan Cara Baru Membangun Engagement
Pandangan Jhonny terhadap perkembangan JETE juga terlihat dari cara brand membangun interaksi dengan masyarakat. Melalui JETE RUN Festival 2026, brand tidak hanya menghadirkan event lari saja, tetapi juga berbagai kegiatan yang mempertemukan olahraga, lifestyle, kreativitas, teknologi, hingga hiburan.
JETE RUN Festival 2026 mencatatkan rekor MURI sebagai ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak, dengan total 21 aktivitas. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup pilates, poundfit, senam sehat, dan zumba. Selain olahraga, terdapat pula berbagai creative workshop seperti matcha, flower decoration, perfume, custom accessories, hingga painting.
Aktivitas tersebut kemudian diperluas melalui JETEFEST 2026 yang berlangsung pada 3–6 September 2026 di Oval Atrium Ciputra World Surabaya. Di dalamnya, JETE menghadirkan berbagai aktivitas seputar teknologi dan lifestyle, termasuk digital marketing, artificial intelligence, content creator, hingga sesi pilates bersama Daniel Choi. Tidak berhenti di sana, rangkaian kegiatan juga mencakup gaming, cosplay dan coswalk, dance, fashion show, noraebang party, serta stand up fest.
Menurut Jhonny, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya JETE untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pengalaman yang lebih luas.
“Ini adalah gebrakan baru dari JETE, jadi kami merilis album yang berisi lagu penuh semangat dan bisa buat teman olahraga teman-teman semua. Lagu-lagu tersebut bisa didengarkan di layanan streaming musik Spotify,” ujar Jhonny.
Album JETE SOUND 2026 tersebut berisi 10 lagu, termasuk tiga single yang digunakan sebagai lagu tema JETE RUN 2026. Kehadiran musik menjadi salah satu cara JETE memperluas ruang interaksi dengan konsumen sekaligus mendukung semangat olahraga dan gaya hidup aktif.
Menjaga Kualitas di Tengah Pertumbuhan
Di tengah ekspansi gerai, perluasan produk, dan semakin banyaknya aktivitas komunitas, Jhonny menilai tantangan JETE justru semakin besar. Pertumbuhan harus tetap dibarengi dengan kemampuan mempertahankan standar yang telah dibangun.
Menurutnya, pencapaian tiga rekor MURI tidak boleh membuat JETE berhenti melakukan evaluasi. Sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi pengingat agar brand tetap fokus memberikan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Terutama menjadikan JETE sebagai solusi kebutuhan produk aksesoris gadget, smarthome, dan wearable. Begitu juga dengan event olahraga dalam mendukung gaya hidup sehat,” lanjut Jhonny.
Pandangan tersebut juga menjadi alasan mengapa JETE terus memperluas cakupan bisnisnya. Dari yang sebelumnya dikenal melalui berbagai aksesoris gadget, JETE kini memiliki portofolio yang mencakup wearable, aksesoris komputer, produk smart home, hingga perangkat pendukung aktivitas olahraga.
Dengan perkembangan tersebut, Jhonny melihat kualitas bukan sebagai sesuatu yang selesai dibangun ketika sebuah produk diluncurkan atau sebuah rekor berhasil dicapai. Kualitas harus terus dijaga dalam setiap tahap perjalanan brand.
Inovasi untuk Tetap Relevan
Perubahan teknologi dan gaya hidup membuat kebutuhan konsumen ikut berkembang. Karena itu, bagi Jhonny, inovasi menjadi bagian penting untuk memastikan JETE tetap relevan dalam jangka panjang.
Portofolio JETE kini mencakup berbagai produk seperti powerbank, kabel data, perangkat audio, smartwatch, running bag, soft flask, mouse, keyboard, mousepad, perangkat pendingin smartphone dan laptop, CCTV, smart alarm, smart lamp, hingga power station.
Perluasan tersebut menjadi bagian dari upaya JETE untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam, baik dalam bekerja, berolahraga, maupun menikmati hiburan di era digital.
Bagi Jhonny, tiga rekor MURI yang diraih pada 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah pencapaian. Rekor tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah ditempuh sekaligus menentukan langkah berikutnya.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat di Indonesia yang telah mendukung dan mempercayakan JETE sebagai pilihan Anda dalam beraktivitas sehari-hari. Mulai dari bekerja, berolahraga, dan menikmati hiburan di era digital. Pencapaian luar biasa ini mustahil tercapai tanpa adanya dukungan dari keluarga, tim, konsumen setia JETE dan masyarakat,” tutur Jhonny.
Dengan semangat tersebut, JETE melihat tiga rekor MURI bukan sebagai garis akhir, melainkan sebagai bagian dari perjalanan untuk terus berkembang. Bagi Jhonny, semakin jauh sebuah brand melangkah, semakin penting pula menjaga kualitas, memahami perubahan kebutuhan konsumen, dan menghadirkan inovasi yang tetap relevan.








![[Aggregator] Downloaded image for imported item #73220](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/public-106-148x111.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #73217](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/public-105-148x111.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #73211](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/public-104-148x111.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #73201](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/public-103-148x111.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #73191](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/public-100-148x111.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #73122](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/public-81-148x111.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #73124](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/09/public-82-148x111.avif)