
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Deretan penjual bendera Merah Putih masih memenuhi sepanjang Jalan Mataram, Kota Yogyakarta, yang berada tak jauh dari kawasan Malioboro, menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Di antara pedagang musiman tersebut, terdapat Mbah Ponikem (87 tahun) yang tetap setia membuka lapaknya meski usianya tak lagi muda.
Mbah Ponikem merupakan warga Gondomanan, Kota Yogyakarta. Setiap menjelang peringatan kemerdekaan, ia rutin berjualan bendera untuk mengisi waktu sekaligus mencari tambahan penghasilan.
Saat dijumpai di lokasi, Mbah Ponikem mengaku sengaja tetap berjualan karena tidak ingin hanya berdiam diri di rumah. Biasanya, ia mulai berjualan mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.
“Ya jualan ini buat kesibukan, sekalian cari makan, Nak. Daripada di rumah cuma bengong,” kata Mbah Ponikem saat ditemui di lapaknya, Jalan Suryotomo, Kota Jogja, Jumat (14/8/2026).
Di balik semangatnya tetap berdagang, Mbah Ponikem mengatakan penjualan bendera tahun ini cenderung lebih sepi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat penghasilannya ikut menurun.
“Sepi sekali. Tahun lalu masih lumayan ramai, sekarang kok sepi. Paling laku 2 atau 3 (bendera) per harinya,” ungkapnya.
Jika sedang ramai, Mbah Ponikem mengaku bisa memperoleh omzet hingga Rp300 ribu dalam sehari. Namun, beberapa hari terakhir penghasilannya jauh di bawah angka tersebut. Bahkan, pada hari tertentu ia hanya mendapatkan sekitar Rp100 ribu.
Bendera yang dijualnya memiliki beragam ukuran dan harga. Mulai dari Rp 15 ribu, Rp 20 ribu, Rp 35 ribu, Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu untuk ukuran besar yang biasanya digunakan di kantor. Di tengah kondisi penjualan yang sepi, bendera dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu menjadi yang paling banyak diminati.
Mbah Ponikem menyampaikan, tidak membeli sendiri seluruh stok bendera tersebut. Dia mendapatkan bendera dari pemasok dengan sistem titip jual. Bendera yang tidak terjual nantinya dapat dikembalikan.
“Saya cuma ambil titipan,” katanya.
“Nanti kalau tidak habis ya dikembalikan. Kalau laku baru setor, saya ambil untungnya saja,” ujarnya menambahkan.
Dia pun berharap dagangannya bisa lebih ramai menjelang puncak peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus mendatang. “Doakan ya, Nak. Doakan semoga ramai, rezekinya lancar,” katanya.
Selain berjualan bendera menjelang HUT RI, sehari-hari Mbah Ponikem juga berjualan minuman kemasan dan rokok. Lapak kecil tersebut menjadi tempatnya mencari penghasilan sekaligus berinteraksi dengan orang-orang di sekitar.
“Kalau sehari-hari saya jual minuman sama rokok. Kalau tidak jualan bendera ya tetap di sini, jual Aqua,” tuturnya.





![[Aggregator] Downloaded image for imported item #71759 [Aggregator] Downloaded image for imported item #71759](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/mbah-ponikem-salah-satu-pedagang-bendera-merah-putih-di_260824172203-166-1-148x111.jpeg)



![[Aggregator] Downloaded image for imported item #71763](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-ke-kanan-president-iotrs-dr-norman-zainal-chairman_260824194844-129-148x111.jpeg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #71751](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/alif-haidir-adana-dosen-program-studi-agribisnis-fakultas-pertanian_260824154806-803-148x111.jpeg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #71740](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/ilustrasi-pemutusan-hubungan-kerja_250611133740-257-148x111.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #71492](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/sekretaris-daerah-diy-ni-made-dwipanti-indrayanti-saat-diwawancara_260820091030-304-148x111.jpeg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #71726](https://jogjakini.com/wp-content/uploads/2026/08/head-of-public-relations-pt-trinova-digital-indonesia-selaku_260824103325-773-148x111.jpg)