
Ibu memeluk anaknya (ilustrasi). Kasus dugaan kekerasan terhadap anak dan balita di fasilitas penitipan anak daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, menjadi sorotan publik. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran mendalam, terutama bagi para ibu pekerja yang juga menitipkan anak mereka di daycare.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kasus dugaan kekerasan terhadap anak dan balita di fasilitas penitipan anak daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, menjadi sorotan publik. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran mendalam, terutama bagi para ibu pekerja yang juga menitipkan anak mereka di daycare.
Vivie Ive, akuntan asal Bekasi yang bekerja di sebuah perusahaan riset pasar di Jakarta Selatan, mengaku berita tersebut membuatnya cemas akan kemungkinan anaknya mengalami hal serupa. Apalagi ia sudah menitipkan buah hatinya sedari usia tiga bulan hingga kini 14 bulan di salah satu daycare di kawasan Bekasi.
“Ketakutan terbesar tentunya seperti kasus kekerasan dan pelecehan. Di sisi lain juga takut anak lebih nyaman di daycare daripada di rumah bersama orang tuanya,” kata Vivie saat dihubungi Republika, Senin (27/4/2026).
Untuk mengatasi rasa khawatirnya, Vivie memiliki cara tersendiri untuk memastikan kondisi si kecil tetap aman selepas dari daycare. la biasanya mengamati gerak-gerik sang anak, mulai dari apakah dia terlihat rewel, tampak takut, atau tiba-tiba tidak mau ditinggal.
Tidak hanya itu, saat menggantikan popok, Vivie tak lupa untuk memeriksa tubuh anaknya. Beruntung, daycare yang dipilih Vivie untuk menitip sang buah hati selalu amanah dan profesional.










